Hello welcome back.... 😆
Awas typo❌
Happy Reading...
.
.
.
.
.
.
.
Disebuah ruangan yang di dominasi oleh warna abu-abu, terdapat seorang lelaki yang sedang berbaring di atas kasurnya. Sesekali ia mengubah posisi berbaringnya, untuk mendapatkan posisi yang nyaman. Kemudian membuka handphone-nya, sekadar melihat chat masuk atau meng-scroll hal-hal yang tidak penting.
Saat sedang meng-scroll untuk melihat foto-foto yang ia ambil saat study tour kemarin, ia langsung berhenti dan memandang foto yang menarik perhatiannya. Tanpa ia sadari ia tersenyum saat melihat foto dirinya dan seorang gadis, mengenakan gelang yang sama sepertinya. Tak lama kemudian senyum itu perlahan memudar, saat tiba-tiba sebuah ingatan muncul dibenaknya, yang lagi-lagi membuat dadanya terasa nyeri.
Saat sedang meratapi dirinya yang tengah uring-uringan, tiba-tiba saja terdengar pintu yang dibuka kasar, disusul dengan teriakan mengemaskan bagi yang mendengarnya.
"Abang!!"teriak seorang gadis kecil setelah membuka pintu kamar dengan kasar, membuat lelaki yang sedang berbaring tersebut bangun dari kasurnya.
"Clara, kamu ngapain buka pintunya kayak gitu, udah gitu teriak-teriak lagi. Abang kan jadi kaget"ucap lelaki tersebut yang tak lain adalah Devan.
"Hihi, maaf abang. Cla gak sengaja"ucap Clara cengengesan dengan pipi tembemnya.
"Ya udah gak apa-apa, Clara ngapain manggil abang, hm?"tanya Devan pada Clara yang sudah ada di pangkuannya.
"Oh ia Cla tadi mau ngapain ya?"ucap Clara sambil menaruh telunjuk dikeningnya, membuat Devan gemas di buatnya.
"Ohh ia Cla ingat"ucap Clara sambil menaikan telunjuknya.
"Tadi mama suruh Cla panggilin abang"lanjut Clara.
"Oh ya, emangnya kenapa mama panggil abang?"tanya Devan pada Clara.
"Emm Cla gak tau, abang tanya mama aja"ucap Clara menatap Devan dengan mata bulatnya.
"Ya udah, kalau gitu gimana sekarang kita ke mama, ok?"tanya Devan pada Clara.
"Ok"ucap Clara sambil mengangkat tangannya membentuk tanda ok.
Setelah mendapat persetujuan, Devan dan Clara pun langsung keluar dari kamar Devan dengan Clara yang ada dalam gendongannya.
Setelah mencari-cari ke beberapa ruangan, akhirnya Devan pun menemukan sang mama yang sedang memasak. Sedangkan Clara sedang menonton kartun, tadi saat mencari sang mama ia meminta turun dari gendong sang abang, saat melihat kartun kesayangannya sedang tayang.
"Ma, mama kenapa cariin Devan?"tanya Devan saat sudah berada dekat dengan mamanya.
"Oh, itu mama boleh minta tolong gak sama abang?"tanya sang mama saat melihat putranya tersebut.
"Boleh kok ma, emangnya mama mau minta tolong apa?"tanya Devan
"Mama mau minta tolong ambilin pesanan mama di butik, habis itu tolong beliin ini di supermaket, bisakah? Soalnya mama gak sempat sekarang"jelas sang mama sambil menyerahkan daftar belanjaan.
"Bisa kok ma, ini aja kan?"tanya Devan memastikan.
"Ia ini aja, maaf ya sayang mama ngerepotin kamu, padahalkan kamu baru pulang dari Bali kemarin"ucap sang mama merasa bersalah.
"Ia ma gak masalah kok, Devan gak merasa direpotin. Ya udah kalau gitu Devan siap-siap dulu ya?!"izin Devan diangguki sang mama.
Skip...
Saat ini Devan sedang berdiri di depan kasir supermaket, setelah mengambil pesanan sang mama di butik, ia langsung pergi ke supermarket untuk membeli daftar belanjaan yang mamanya berikan. Setelah membayar belanjaan di kasir Devan langsung bergegas ke mobilnya, memasukkan belanjaan ke dalam bagasi, kemudian melajukan mobilnya untuk kembali ke rumahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIARY NAURA [END]
Roman pour AdolescentsNaura, begitulah orang memanggilnya. Seorang gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA. Ia merupakan siswi berprestasi dan ramah, sehingga banyak orang yang mau berteman dengannya. Hingga suatu hari ia harus pindah sekolah mengikuti kepindahan ora...
![DIARY NAURA [END]](https://img.wattpad.com/cover/219456273-64-k514731.jpg)