Hello guys....
Welcome back 😄😁
Maaf ya baru update, udah sebulan lebih ya aku gak update😂. Seperti yang sudah tertera di pengumuman waktu itu, kalau aku belum bisa update karena baru masuk kuliah, jadi masih sibuk-sibuknya. Gak sempat deh buat update, tapi pas ada waktunya buat ngetik eh aku nya yang malas ngetik 😅😅 maaf ya✌😂.
Jadi aku sekarang sempatin buat update, biar kalian gak capek nunggu (kalau ada), ok langsung aja, semoga kalian suka ya😄.
Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.
Sudah beberapa bulan sejak Devan bertingkah aneh sepulang dari Timezona waktu itu. Bahkan sampai sekarang Devan masih saja gencar mendekati Naura, dimana pun ada Naura di situ pasti ada Devan, ya walaupun gak setiap saat. Naura sampai di buat jengah dan kesal olehnya, tapi terlepas dari rasa kekesalannya ada sesuatu yang buat Naura nyaman saat Devan ada di sekitarnya. Naura bukannya tidak tau apa yang sedang terjadi, tetapi Naura tetap harus berjaga-jaga juga agar dia tidak patah hati kedepannya.
Hampir setiap hari Devan selalu ada datang ke rumahnya, membuat Naura malu karena di goda oleh abangnya dan juga malu ke pada kedua orangtuanya karena selama dia hidup baru kali ini Naura di datangi oleh pria. Awalnya Naura malu tapi sekarang Naura sudah terbiasa akan sosok Devan di rumahnya. Bahkan pagi ini, saat Naura baru turun kebawah ia sudah melihat Devan sudah ada di rumah Naura untuk berangkat bersama ke sekolah. Tak tanggung-tanggung bahkan ada Alvin juga datang bersama Devan, padahal ini masih pagi tetapi mereka sudah ada di rumah Naura.
"Ngapain lo kesini?"tanya Naura sambil menatap ke arah Alvin.
"Ya jemput lo lah!"ucap Devan polos.
"Gue nanya ke Alvin ya! Kenapa lo yang jawab!"ucap Naura menatap Devan sinis.
"Ya, gue kira lo nanya ke gue"jawab Devan.
"Emangnya lo gak lihat, gue nanya kan natapnya ke Alvin bukan ke lo"ucap Naura sewot.
"Ya udah lah, emang kenapa sih?"tanya Devan.
Disaat Naura dan Devan sedang berdebat, Alvin malah sedang asik makan di meja makan bersama papa, mama Naura dan bang Daniel. Mereka hanya dapat menggelengkan kepala melihat mereka yang hampir setiap hari beradu mulut. Sedangkan Alvin bodo amat dan malah menikmati makanannya.
"Kalian mau sampai kapan debatnya?"tanya bang Daniel membuat perdebatan Naura dan Devan terhenti.
"Ayo cepat makan nanti telat loh!"ucap mama Naura.
"Benar itu, lihat Alvin bahkan udah nambah"ucap papa Naura terkekeh.
Naura yang melihat Alvin sudah di meja makan pun langsung menghampirinya meninggalkan Devan sendiri. Tetapi tak lama Devan ikut menyusul Naura.
"Heh, enak banget lo ya makan duluan, nambah lagi"ucap Naura seperti menyindir.
"Ya enak lah, kan gratis. Kalau ada rezeki itu gak boleh di tolak, selagi ada ya sikat"ucap Alvin santai.
"Sikat-sikat, lo pikir cucian. Ada yang gratis aja langsung lo"ucap Naura.
"Yeh kayak lo gak aja. Biasanya lo juga gini kalau di rumah gue"ucap Alvin.
"Ya, mama lo kan udah bilang kalau anggap aja kayak rumah sendiri."ucap Naura.
"Ya sama kalau gitu, mama lo juga bilang gitu! Ia kan tante?"ucap Alvin sambil menatap mama Naura.
"Ia udah ah, kalian ini tadi Naura sama Devan sekarang Naura sama Alvin yang debat. Cepetan makan nanti malah telat."ucap mama Naura.
Mendengar itu Naura dan Alvin pun melanjutkan makannya menyusul Devan dan lainnya, yang hampir selesai.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIARY NAURA [END]
Teen FictionNaura, begitulah orang memanggilnya. Seorang gadis cantik yang masih duduk di bangku SMA. Ia merupakan siswi berprestasi dan ramah, sehingga banyak orang yang mau berteman dengannya. Hingga suatu hari ia harus pindah sekolah mengikuti kepindahan ora...
![DIARY NAURA [END]](https://img.wattpad.com/cover/219456273-64-k514731.jpg)