"Abis ini kumpul di heaven room ya. Mau ada yang gue bahas" Joan kembali mengingatkan teman - temannya saat hampir semua anggota special neoz selesai dengan makan malam mereka.
"Gue juga?" Dira bertanya yang tentu saja langsung dijawab dengan tatap mata datar sebagian laki - laki di meja ini.
"Menurut lo? Joan ngajakin cowok - cowok doang?Buat apa lo ada di grup kita, Nandira Putri Rafiqy?" Naka bertanya setengah nyinyir.
Dira menjawab pertanyaan kakak angkatannya itu dengan senyum kuda selama satu detik tapi selanjutnya gadis itu memincingkan matanya tajam yang membuat Naka terkekeh. "alay lo" sambil mengusak rambut Nandira.
"Kenapa, Ra? pegel badan lo?" Altheza bertanya sambil mengecek kening Nandira. Takut sepupunya itu demam akibat insiden tadi siang.
Dira menggeleng. "Gue pengen rebahan"
"Kaya lo nggak biasa rebahan dan molor di cozy room aja" Cerca Kayzvan cepat yang membuat Dira memandang sepupunya datar.
"Bisa nggak sih lo seperhatian Al?" Dira melakukan protes pada saudara sepupunya itu.
"Mau bayar berapa?"
"Dasar laki - laki bayaran"
"MULUT LUUU" Kayzvan berkata sambil berusaha meraih wajah saudara sepupunya itu yang terkekeh geli di dalam pelukan Altheza yang melindungi Dira dari serbuan Kayzvan.
Perkelahian keduanya terhenti saat suara mic terdengar yang berarti akan kembali ada pengumuman. Posisi Dira memunggungi daerah panggung sehingga gadis ini harus memutar jika ingin melihat ke arah depan. Tapi karena rasa malas, ia memilih tidak memutar kursinya dan hanya mendengar suara pengumuman yang akan di berikan. Ia sempat akan mengambil sosis bakar milik Andra yang berada 3 bangku di sampingnya karena adik sepupunya itu sudah merubah posisinya menjadi menghadap ke belakang sehingga ia tidak bisa melihat Nandira kesulitan mengambil makanan di piring miliknya.
Sebelum Nandira menyerah, Gio sudah terlebih dahulu mengulurkan tangannya dan mengambil piring milik Andra dan menyerahkannya pada Nandira tanpa berkata apapun.
Dira yang menerima piring dari Gio pun tidak mengatakan apapun. Meskipun sekarang Dira bisa melihat, Angkasa - Winar dan Tristan sedang mengulum senyum karena posisi ketiganya duduk di depan Nandira sekarang.
"okay, sepertinya yang bapak sudah beritahukan tadi pagi, malam ini kita kedatangan mahasiswa angkatan baru yang akan menempati kamar - kamar di neozard. Hari ini mereka akan berkenalan. Mungkin kalian sudah kenal karena mereka sudah kuliah selama satu bulan lebih di neoculture dan mungkin mereka satu di antara teman - teman seangkatan kalian. Tapi tetap akan bapak perkenalkan"
Dira masih belum tertarik dengan kegiatan di belakangnya. Gadis ini memilih mengunyah makanannya dan bermain dengan handphonenya sambil bersender di pundak Altheza yang sekarang menghadap ke arah belakang.
"Perkenalkan.. Nama saya Krysabel Winadita Zendrich. Saya mahasiswa baru jurusan sastra inggris. Kalian bisa memanggil Saya Wina terimakasih"
Nandira tersenyum mendengar perkenalan seseorang yang tanpa Dira perlu lihat wajahnya pun, bisa ia pastikan sangat cantik. Karena suara gadis itu barusan terdengar sangat manis di telinga Nandira.
"Abel? Itu Abel, kan?" Terdengar Rain yang duduk di ujung meja menyebutkan sebuah nama. Nandira akhirnya melihat ke belakang sebentar untuk memastikan bahwa Rain sedang melihat ke arah panggung dan kemudian kembali ke tempat Rain setelah memastikan bahwa Rain memang membahas gadis yang baru saja turun dari panggung.
"Siapa?" Gama bertanya. "Nggak mungkin Abel temen SMP kita kan?"
"Tapi nama dia persis" kali ini Byan yang menambahkan sama bingungnya. Dira mendengar semuanya tanpa berkomentar karena adik - adiknya ini memang bersekolah di sekolah swasta mahal. Berbeda dengan Nandira yang bersekolah di sekolah Negeri sejak SMP.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Neozard
General FictionKehidupan para mahasiswa yang tinggal di asrama Neozard dengan segala macam cerita dibalik kesempurnaan yang tercipta di depan mata. "Everyone has their own war; the painful one, the struggling one, the damaged one, the regretful one and the incurab...
