16 - N - A - G

6.5K 1K 373
                                        

Setelah Amel keluar dari ruangan, Pak Irfan datang dengan diikuti oleh tiga gadis  yang beberapa menit lalu berkenalan di depan panggung. Kedatangan ketiganya cukup menyita perhatian anak - anak special neoz. 

Sebelumnya pak Irfan memang meminta Joan mengumpulkan anak - anak "asuhannya" untuk menjadi orang - orang yang akan mengikuti sport day nanti karena pak Irfan tau, ketentuan baru dari sport day menurunkan ketertarikan banyak penghuni asrama tapi tidak dengan teman - teman Joan. Pak Irfan tau, Joan salah satu yang dituakan di asrama ini setelah Kayzvan dan Taksa. 

"Seperti yang kalian tau, mereka adalah penghuni baru. Pas awal masuk, bapak sempat tanya - tanya apakah mereka punya keahlian di bidang olahraga dan mereka bilang mereka punya. Mereka juga bersedia ikut dalam event sport day nanti. Jadi, Joan, bapak serahkan ke kamu ya. Silahkan dibuat teamnya. Beberapa penghuni lain akan ikut tapi sepertinya mereka akan memilih menjadi team hore saja"

Joan tersenyum. "Siap pak"

"Saya tinggal ya. Titip adik - adik baru kalian" 

Setelah pak Irfan keluar ruangan, keadaan mendadak sedikit canggung. Karena merasa satu - satunya perempuan yang kenal dengan semua orang di ruangan ini, Nandira yang duduk di sofa tengah melambaikan tangannya pada ketiga adik angkatannya dan sukses menarik perhatian ketiganya yang sudah pasti kikuk karena tiba - tiba berada di depan 23 laki - laki di hari pertama mereka pindah ke asrama. 

"Haii.. Gue Nandira. umm.. kalian nyaman nggak duduk bareng sama 23 manusia ini? kalo nggak, kalian bisa ngobrol aja sama gue. Nanti biar gue sampein ke mereka." Nandira bertanya untuk mencairkan suasana dengan senyum yang tersungging ramah.

Senyum Nandira ternyata menular karena ketiganya tidak terlalu canggung sekarang.

"Abel temenku di kampus kak" Karin menginterupsi sambil menunjuk Abel yang duduk di depannya. Sementara gadis yang bernama Abel itu tersenyum manis ke arah Nandira.

"Jarang satu kelas sih tapi kita satu jurusan. ya kan, bel?" Karin menambahkan.

Abel mengangguk. "Gue nggak tau lo anak neozard, rin"

"Gue memang tidak ingin terlihat seperti anak neozard" Ceplos Karin yang membuat Nandira segera mengajak Karin ber-toss-ria. 

"Males banget diinterogasi soal asrama ini" Nandira berkomentar yang diangguki oleh Karin cepat. 

"Bener banget kak. Padahal sama aja asrama ini sama kost-kost-an biasa"

"Iya! cuma anak - anaknya sok eksklusif aja" sindir Nandira sambil melihat ke arah temen - temennya yang sekarang menatap Nandira dengan tatapan datar. 

"Bacot" beberapa mengumpat bersamaan yang membuat Nandira tergelak puas. 


"Cocok ya, Ga" Tiba - tiba Byan  berkomentar dengan suara  nyinyir yang hanya Gama yang bisa mendengar. 

"Narina juga cocok sama lo. sama - sama bermulut sadis" Gama balik membalas yang membuat Byan mengumpat kasar. 



"Terus selain Karin dan Abel yang udah kenal di kampus, siapa lagi yang udah kenal satu sama lain?" Joan bertanya pada yang lain.

"Dia temen kita juga kak" Rain berkata sambil tersenyum menyebalkan pada Abel--yang memperlihatkan tanda protes dengan gelengan kepala.

"Jangan ngaku - ngaku dooong. Kan jaman SMP doang" Abel memberikan protes.

"Emang jaman SMP nggak bisa dibilang temen?" Rain tidak terima.

"Temen lama,kan?abis itu kan nggak pernah ketemu lagi"

The NeozardCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang