Hari hari berlalu begitu cepat. Tak terasa sudah hampir tujuh bulan lamanya Hyunjin berada di tempat itu. Rasanya hampa dan kosong terus menggerogoti hati Hyunjin karena tak ada seorang pun yang bisa dekat dengannya. Dia harus bertahan sendirian diterpa tekanan dari Yoorim dan selir lainnya yang merasa tidak terima Hyunjin terlalu di istimewa kan karena sedang mengandung.
Padahal Hyunjin sendiri tidak merasa itu sebuah keistimewaan, dia malah merasa terkekang. Ia terpaksa menerima apa yang diberikan untuk nya. Hal itu semua ia lakukan semata mata untuk menjaga sang adik. Jika bukan karena nyawa adiknya yang menjadi taruhannya. Sudah pasti Hyunjin akan menenggak racun dari dulu. Ia terlalu malu dan merasa hina karena mengandung anak pria lain. Dia berpikir alangkah baiknya jika dia mati. Tapi jika dia mati, dan adiknya ditemukan para prajurit itu, siapa yang akan melindungi adiknya dari si raja brengsek tersebut. Maka diurunkan nya niat bunuh diri itu. Dan memilih menangung beban malu ini sendirian.
Meski selalu mencoba menerima semuanya. Tetap saja di lubuk hatinya dia ingin sekali pergi dari tempat ini. Dan mencari keberadaan sang adik, ia ingin tahu apakah gadis kecil itu selamat dan hidup aman sekarang? Ataukah dia hidup terlunta lunta dipelarian dari kejaran para prajurit raja? Begitu banyak pikiran berseliweran di otaknya. Hingga terkadang membuatnya stress sendiri.
"Ssstt..., pangeran. Ada apa..?" ringin Hyunjin merasakan gerakan kasar di perutnya.
Hyunjin berbicara dengan anaknya tentu saja. Dia mengetahui bahwa bayinya itu laki laki setelah pemeriksaan tabib terakhir kali itu mengatakan bahwa kemungkinan besar janin nya itu laki-laki. Dilihat dari bagaimana tekanan darah di nadi Hyunjin yang besar. Juga gerakan gerakan janinnya yang begitu kuat. Prediksi tabib kerajaan itu hampir 99% terjadi. Jadi anggap saja jika memang Hyunjin hamil bayi laki-laki.
Pangeran yang belum lahir itu sudah sangat aktif sekali dalam kandungan Hyunjin. Dia tumbuh sehat dan seperti memiliki ikatan kuat dengan sang ibu. Dia dapat merasakan apa yang tengah dirasakan ibunya. Jika sang ibu sedang dalam keadaan tenang maka gerakan nya halus. Sedangkan jika Hyunjin sedah sedih gerakan nya akan melemah. Tapi bila Hyunjin sedang tertekan begini, si jabang bayi akan bergerak kasar. Jangan tanyakan gerakan si bayi jika Hyunjin sedang bahagia. Karena selama di sini Hyunjin tidak merasa kan yang namanya kebahagiaan.
"Yeji...,"
Hyunjin membuka mata nya begitu mendengar seruan nama adiknya itu. Dia menoleh ke arah datang nya suara. Beralih dari sisi kolam ikan di depannya itu.
"Yeji..., Kau kah itu?"
Dan yang tertangkap pandangan nya saat ini adalah pria banjingan yang telah lama tidak pernah ia lihat itu. Siapa lagi kalau bukan raja yang digilai si ratu sombong itu, Yongbok. Dengan melihat nya saja, hati Hyunjin sudah memanas ingin menghancurkan. Ia benci dengan laki-laki gila itu.
"Yeji.., aku benar-benar tak menyangka dirimu akan berada di sini? Kapan kau kembali sayang?"
sampai di depannya, pria itu meraih kedua tangannya dan menciumi punggung tangan nya seolah menumpahkan rasa rindu yang lama telah terpendam. Yongbok berkata begitu lembut dan halus kepada nya. Sangat berbeda jauh dari biasanya yang selalu dingin,angkuh dan tak berhati. Tapi sekarang berbeda, nada nya terdengar amat hangat sekali, dan apa boleh jika ia katakan bahwa perlakuan Yongbok itu mirip dengan perlakuan seorang pria yang tengah berjumpa dengan kekasihnya.
"Sudah berapa lama kita tak berjumpa? Kau tumbuh dewasa cepat sekali? Tak terlihat seperti gadis kecil saat kita bertemu untuk pertama kalinya dulu. Kau semakin cantik." puji Yongbok.
Senyum lebar yang tulus itu masih belum luntur dari wajah Yongbok. Hyunjin yang juga masih terkejut dengan perlakuan berbeda Yongbok itu hanya diam, tak menanggapi.
"Yeji..., Kenapa kau diam saja?! Apa kau lelah? Apa kau butuh istirahat?"
"Dia mengira ku Yeji?" batin Hyunjin seraya menurunkan tangan Yongbok yang mengusap sayang pipinya.
"Maaf Yang Mulia, tapi saya bukan Yeji." jawab Hyunjin dingin menatap ke dalam manik Yongbok berani.
Dan pandangan tak percaya langsung terlihat di air muka pria dua puluh tujuh tahun itu. Senyuman bahagia nya tadi pun ikut luntur. Tergantikan dengan raut kebingungan.
Tbc
Halo, sayang, lagi rajin up nih. Hehehehe. Jangan lupa jejak komen nya boleh. Btw special tag yang nanyain kapan up glowlixx
Manis beut orang ini. Kadar gula darah ku naik drastis setelah liat ini😭😭😂hihihihi
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.