22

1.1K 187 5
                                        

.







.








.












.

Hyunjin duduk di pinggir kolam teratai di belakang paviliunnya. Melamun sambil mengelus elus sendiri punggung tangannya. Pikirannya terus melayang pada kejadian semalam. Saat Yongbok bermalam di kamarnya.



Kedatangan pria itu semalam, membuat hatinya menjadi sangat resah sekali. Perasaannya gelisah, dan tak nyaman. Otaknya terus bertanya dengan apa yang dilakukan pria itu kepadanya semalam. Bertanya perubahan sikapnya yang sangat aneh sekali. Meski  bukan pertama kali ia menjumpai pria itu bersikap lembut padanya. Dia masih merasa sangat asing. Ia tak percaya dengan perlakuan itu.




Otaknya tak bisa menerima kebaikan sang raja begitu saja. Bahkan sedari tadi dia terus mendikte otaknya bahwa itu semua hanya ilusi yang sedang Yongbok buat agar dirinya bisa luluh. Namun hatinya justru berbuat berbalik dari otaknya. Hatinya merasa nyaman akan kehangatan yang dilimpahkan pria nomor satu di kerajaan itu. Bahkan saat ini, ia merasakan ada sesuatu yang tertinggal sejak ia bangun tadi pagi. Rasa kosong karena tidak menjumpai wajah itu ketika dirinya membuka mata.





"Tidak mungkin kan perasaan ku berubah terhadap manusia sejahat dia hanya dalam waktu semalam?" guman Hyunjin memandang punggung tangannya sendu.


Punggung tangan yang terdapat bekas kecupan lembut, penuh kasih sayang yang mampu membuat jantungnya menggila semalam. Ia takut sekarang ini akan melenceng dari takdirnya sebagai seorang lelaki.



"Semoga langit tidak menghukumku karena tiba-tiba di dalam hati ini melintas perasaan salah itu. Oh.., langit jangan biarkan diriku semakin jatuh dalam kubangan dosa ini. Tolong sadarkan dan hilangkan perasaan ini." lanjutnya mengenggam tangannya erat.

Dayang Shin tiba-tiba muncul, datang kepadanya dengan wajah yang amat bahagia sekali. Entah apa yang membuat wanita itu terus berseri seri.

"Nyonya.., Yang Mulia Ratu Han meminta Anda untuk berkunjung di *Aula Ratu segera."

*(tempat pertemuan penting para wanitanya raja dan di sini ratu lah yang menjadi pemimpin acaranya).


Hyunjin mengernyit oleh kabar itu. Jarang sekali dirinya di undang ke Aula Ratu. Karena sudah bukan rahasia lagi kalau Ratu sangat membenci dan menghindari dirinya karena perlindungan dari  Pengawal Han yang merupakan kakaknya Ratu cantik namun berhati iri itu. Dia sering diasingkan dalam banyak pertemuan para wanitanya Yongbok, sebab Yoorim yang tidak mau pusat perhatian yang seharusnya kepada dirinya beralih kepada Hyunjin. Eh.., tapi bukan berarti Hyunjin ingin dianggap sebagai selir Yongbok juga. Tidak sama sekali, hanya saja ini tidak seperti biasanya. Oleh karenanya ia heran.


"Apa sesuatu telah terjadi, Dayang Shin? Dan apakah saya harus datang?" tanya Hyunjin yang sebenarnya sangat enggan berkumpul di tempat itu meski penasaran.

Hyunjin enggan di sana karena suasana di tempat itu tidaklah nyaman. Tempat di mana dirinya begitu sangat dibenci oleh para wanita milik Yongbok yang lain. Banyak selir yang mencuri curi bisikan untuk merendahkannya. Menganggapnya musuh yang harus dihancurkan.


Senyum Dayang Shin semakin lebar  sebelum menjawab pertanyaan Hyunjin.

"Tidak ada yang lebih membahagiakan selain kabar ini, Nyonya. Mari, saya akan membantu Anda bersiap."


"Ah.., apa saya harus bersolek untuk menghadiri acara itu? Saya tidak suka bersolek, Dayang Shin. Anda sangat paham bukan?"


"Tentu saja, Nyonya. Anda harus terlihat mekar di antara bunga bunga yang lainnya."


"Tapi saya bukan bunga dan saya tidak mau menjadi sesosok bunga itu. Saya masih sadar diri siapakah saya ini."


"Oh.., maaf, Nyonya. Saya tidak bermaksud seperti itu. Saya hanya ingin yang terbaik untuk Anda."


"Saya mengerti maksud Anda. Tapi tolong jangan mengulangi lagi. Saya tidak terlalu berkenan."

Setelah mengatakannya Hyunjin bangkit dari duduknya. Lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap menemui para wanita milik Yongbok yang lainnya.

Ngomong ngomong Hyunjin sudah mau memanggil para pelayanannya dengan sebutan dayang seperti permintaan mereka.Sedikit perubahan yang membuat para pelayanannya itu bahagia. Karena hal itu menunjukkan bahwa Hyunjin sudah mau menerima kehadiran mereka disisinya.



Tbc

Hay kamu, ramein dong booknya! Biar sutradaranya semangat 😂

Hay kamu, ramein dong booknya! Biar sutradaranya semangat 😂

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HwangieTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang