"Maaf jika ini terdengar lancang, Permaisuri. Tolong saat ini Anda, jangan mendekati Nyonya Hwang!" perintah Jisung mencegah sang ratu melukai Hyunjin yang tetap diam saja.
Meski sejak kedatangan ratu ke paviliun ini, wanita itu terlihat tak menyukainya. Bahkan hendak melukai nya karena tak terima, selir baru suaminya itu lebih cantik darinya.
"Anda berani memerintah saya seperti itu pengawal Han..!!!"
"Ini adalah titah Yang Mulia Raja sendiri, Permaisuri. Yang Mulia telah memberikan madat ini kepada saya agar saya senantiasa menjaga Nyonya Hwang dan anaknya tetap aman."
"Anak...?! Anda bilang anak..?!! Wanita ini mengandung?!!!" Tanya sang ratu dengan mata melotot terkejut.
"Iya, Permaisuri."
"Tidak..., tidak boleh!! Semua wanita Yang Mulia Raja tidak ada yang boleh mengandung sebelum aku mengandung penerusnya!!! Hanya aku yang boleh mengandung penerus tahta. Tidak boleh.., kau tidak boleh mengandung selir Hwang. Hiks.., kau tak boleh mengandung sekarang. Bagaimana nasib anakku nanti jika yang mulia lebih menyayangi anak mu. Hiks.., kau tak boleh. " sang ratu berteriak histeris dengan berita itu. Dia ketakutan posisinya akan digeser begitu saja oleh wanita baru ini.
"Permaisuri.., tolong Anda sadar. Anda tidak boleh egois seperti ini. Kerajaan kita butuh penerus tahta segera untuk menstabilkan kondisi politik kerajaan yang sedang memanas ini. Saya harap Anda menerima dengan tulus niat baik Nyonya Hwang ini. Beliau hanya mencoba membantu Yang Mulia Raja untuk memenangkan persaingan politik ini, Permaisuri."
"Tapi bagaimana nasib anak saya nanti pengawal Han, jika Yang Mulia lebih menyayangi anak selir Hwang?! Kau tak boleh merebut posisi milik anak ku selir Hwang." sang ratu mengalami ketakutan yang tak berdasar. Dia iri wanita milik Yongbok yang lain bisa hamil duluan ketimbang dirinya.
"Sekali lagi saya mohon maaf Permaisuri. Lebih baik Anda kembali ke paviliun sekarang. Beristirahat lah agar Anda tenang. Penolakan Anda ini malah akan membuat Yang Mulia Raja tidak senang."
"Tapi dia akan..,"
"Han Yoorim..!!!!" Jisung meninggikan nada bicara nya karena tersulut emosi.
"Kakak...," sang Permaisuri terkejut dengan bentakan itu.
Pria itu sama sekali belum pernah berkata kasar kepada nya. Dia selalu berkata lembut dan penuh kasih sayang. Dan sekarang cuman gara-gara seorang selir, kakak yang selalu menjaga hatinya ini meninggikan suaranya. Benar-benar keterlaluan.
"Tolong Permaisuri beristirahat sekarang. Nyonya Hwang juga harus beristirahat karena sedang tidak enak badan." tegas Jisung mengusir keberadaan sang Permaisuri.
"..." tanpa berucap lagi Yoorim meninggalkan tempat itu dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.
Jisung menghela napas nya berat. Yoorim tidak pernah yang merasakan penolakan dan kata kata kasar. Apapun keinginan nya dulu selalu dipenuhi. Dia putri kesayangan keluarganya. Tetapi dari sanalah, adik kecilnya yang cantik itu berubah menjadi sosok wanita yang keras, pemarah, sombong dan egois. Dan semakin parah semenjak dipinang ibu suri agung untuk menjadi menantunya.
Lebih tepatnya menjadi Permaisuri dari Raja Lee Yongbok. Dia sering melakukan hal hal yang sangat egois, suka memerintah dan iri hati. Bahkan tak segan menghukum para selir dan dayang di istana ini. Apa Yongbok tak pernah menghentikan nya? Jawabannya tidak, perlu diingat lagi bahwa Yongbok itu raja yang kejam dan dingin. Ia tak pernah peduli ratunya menyakiti para selirnya yang seharusnya mendapat perlindungan nya. Ia tidak peduli sama sekali. Yang Yongbok tahu, mereka di sini untuk melayani nya. Jika Permaisuri nya tak suka, itu sudah resiko menjadi selirnya.
Tapi tentu ini tidak berlaku untuk selir Hwang yang merupakan selir baru Yongbok. Dia mendapat hak khusus dijaga oleh pengawal pribadi sang raja langsung. Dan lagi, dia di tempatkan di istana bulan satu komplek dengan sang ratu dan ibu suri. Itu berarti selir Hwang adalah anggota resmi keluarga kerajaan meski sekarang penobatan resminya belum dilaksanakan.
Selain itu, selir cantik ini sedang mengandung keturunan raja. Sudah dapat dipastikan bahwa kedudukan nya di istana ini akan menjadi spesial dan di istimewa kan. Bahkan ratu pun di larang untuk mengusik langsung sang selir. Hak yang pasti membuat para selir lainnya menjadi iri dengki atas wanita pendatang baru ini.
TBC
Ps. Ratu berbicara formal sama Jisung itu karena hubungan keluarga ya guys. Kalau sama Hyunjin enggak, karena nganggap Hyunjin itu cuman selir biasa yang kebetulan jadi kesayangannya. Kenyataannya Hyunjin bakal dijadikan selir resmi, dinikahi beneran sama si raja biar jadi anggota keluarga kerajaan jadi manggil nya juga harus formal, eh. Jadi gitu ya penjelasannya. Semoga paham, gak paham, ya baca aja, gak usah dipikir 😂😂😂😂 Sekian.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.