.
.
.
.
Yongbok sedikit mendesis karena tendangan Yeji pada selakangannya itu. Cukup ngilu sebenarnya. Tapi rasa ngilunya tak sebanding dari rasa puasnya melihat Yeji di depannya. Dia senang gadis itu bersamanya. Lagipula ini akan sedikit lebih menarik dan menantang karena gadis itu seperti tidak menyukainya.
"Lumayan juga." pikirnya tersenyum miring.
Dia tidak langsung mengejar Yeji. Dia malah bersandar pada tembok untuk melihat Yeji yang berusaha membuka pintu. Namun selalu gagal, tidak ada satu usahanya yang berhasil. Sepertinya pintu itu sengaja di kunci dari luar.
"Hiks..., kenapa gak bisa di buka?" Yeji menangis dan tetap mengedor gedor pintu.
Yongbok berdiri sambil merenggangkan tubuhnya. Membuat gerakan patahan di leher. Kemudian berjalan mendekat ke arah Yeji. Senyum licik terlihat jelas di wajah tampan itu. Yeji amat ketakutan melihat dia. Senyuman Yongbok sangat mengerikan di mata Yeji. Senyuman layaknya moster yang akan menerkam korbannya.
"Hiks..., tolong jangan sakiti saya, tuan. Saya mohon...," Yeji mengiba, berusaha minta belas kasih agar dirinya di lepaskan. Dia tidak sudah tidak tau bagaimana caranya kabur lagi. Dirinya sudah sangat terpojok.
"Aku tidak akan menyakiti mu, sayang. Jadilah gadis yang patuh dan penurut, hmm!" Yongbok mengelus rambut lurus Yeji yang terasa lembut di tangannya.
"Tuan.., tolong....!!!"
Yongbok menyelipkan lengannya di pinggang Yeji dan secepat kilat mengangkat tubuh kecil itu. Kemudian mengungkungnya di atas tempat tidur. Yongbok terus memandangi setiap inci wajah di bawahnya itu. Sangat menakjubkan, indah sekali. Matanya, hidungnya, bibirnya. Semua dia suka dan sebentar lagi akan menjadi miliknya sepenuhnya.
.
"Kenapa kau seindah ini, Yeji? Kau membuat ku mabuk kepayang."
Yeji panik bercampur takut merasakan tangan kasar pria di atasnya itu yang mengerayangi pahanya. Dia takut sungguh. Dan tanpa sadar dia memanggil keluarganya di dalam hati.
"Hiks.., ayah.., tolong Yeji. Yeji takut ibu. Tolong.. hiks..., lindungi Yeji, kak Hyunjin. Selamatkan Yeji, kak!!"
"Sudah lama aku menantimu, Yeji. Kenapa kau harus bersembunyi dari ku? Apa yang salah dari ku?"
"Hiks... Hiks... Hiks...,"
Tangan pria itu malam merambat naik sampai menyibak rok panjanya. Membuka paha Yeji lebar, membuat gadis itu mengakang di depannya. Yeji terisak semakin keras atas perlakuan Yongbok itu. Dia memang pria gila nan cabul, ternyata dia tega berlaku tak senonoh kepada gadis kecil yang seharusnya tidak boleh diperlakukan seperti ini. Yongbok terlalu mengikuti hawa nafsunya.
Yongbok terkikik kecil melihat pemandangan di depannya itu. Mungil sekali hmm, terlihat sangat lucu. Apa karena Yeji masih berumur dua belas tahun jadi bentuknya seperti ini? Ini sangat berbeda dari milik para selirnya. Apa itu akan muat dengan miliknya? Ah.., masa bodo dengan umur Yeji. Dia sudah sangat menginginkan Yeji sekarang. Dia tidak akan mampu jika harus menunggu Yeji benar benar menjadi gadis remaja yang siap melayaninya.
Buru buru Yongbok melepaskan pakaian sendiri. Dan dengan tidak berperasaan membuat Yeji menangis keras akibat memaksakan penyatuan keduanya. Darah segar juga terlihat mengotori milik pria itu saat mencoba menariknya ke luar dan dengan cepat mendorongnya masuk lagi ke dalam. Yeji itu masihlah gadis kecil yang tidak akan siap bila di paksa melayani pria dewasa macam dirinya.
Yongbok menggila atas tubuh tak berdaya di bawahnya. Semuanya membuat dirinya lupa. Dia sangat beringas sekali mengempur Yeji. Membuat gadis itu menangis dan berteriak kesakitan terus menerus. Tetapi pria ini malah tidak menghiraukan sama sekali jeritan pilu itu. Hawa nafsu telah membutakan hati nuraninya.
"Mingi...!!!"
"Ya, Yang Mulia. Hamba di sini." jawab pria yang berada di balik pintu itu.
"Bawakan beberapa dayang ke sini untuk mengurus Yeji malam ini juga." perintah Yongbok sambil memakai pakaiannya kembali.
Yeji telah tidur, ah tidak, dia pingsan karena tak mampu mengimbangi nafsu besar Yongbok. Dan akibatnya gadis kecil itu lemah tak berdaya di atas tempat tidurnya sekarang tanpa pakaiannya. Hanya jubah Yongbok lah yang menutupi tubuh polos itu saat ini.
"Baik, Yang Mulia. Akan segera saya laksanakan."
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Hwangie
Fanfiction😗 Btw ini crackpair Gak suka skip aja zheyeng 25sep20-25jan21
