Revan yang tengah sampai di tempat makan di sambut hangat oleh Safira. Kini Safira memakai baju berwarna liliac bawahan rok plisket berwarna hitam dan rambutnya yang terbiarkan tergerai
"Udah nunggu lama?" tanya Revan mengelus rambut Safira
"Enggak kok baru aja sampe, duduk yuk" ajak Safira yang menarik lengan Revan membawanya di tempat yang telah dia siapkan
"Ini semua yang nyiapin kamu Saf?" tanya Revan yang melihat-lihat tempat yang di dekor pacarnya
"Nggak cuman aku, di bantuin juga sama pak Tejo, iya kan pak?"
"Iya neng. Keinget dulu waktu mas Revan nyatain cinta sama neng Safira" ujar pak Tejo
"Pak Tejo masih inget aja si" jawab Revan malu-malu
"Ini kalo ngobrol terus makanya kapan? ni cacing udah ngasih kode" ungkap Safira yang merasa kehadiran dirinya terlupakan
"Aduh-aduh sampe lupa neng ayok duduk" pungkas pak Tejo penjual nasi goreng
"Loh udah pesen Saf?" tanyanya yang melihan ada dua porsi nasi goreng di hadapannya
"Udah, tapi jangan di makan dulu" pintanya
"Kenapa? Nanti dingin dong" Tanyanya lagi
"Inget nggak dulu waktu kamu ngungkapin cinta ke aku pake nasi goreng?"
Revan pun tersipu malu dengan kejadian satu tahun lalu
°Flashback°
Revan menutup mata Safira dengan slayer berwarna gelap dan menuntunnya jalan ketempat makan pinggir jalan nasi goreng pak Tejo, di situ Revan sudah menyiapkan dua porsi nasi goreng, yang satu dihias dengan tulisan "Yes" dan satu lagi bertulisan "No"
"Mau bawa aku kemana si Kak?" Tanya Safira yang kebingungan
"Udah ikut aja ini udah nyampe kok, awas pelan-pelan duduknya"
"Udah nih Gue buka ya Kak?"
"Eh bentar-bentar 5 menit lagi buru-buru banget si"
"Abisnya lama"
"Nah sekarang boleh di buka" ucap Revan yang duduk di hadapannya
Safira membuka slayer dan membuka perlahan-lahan matanya "waw" ujarnya
"Sebenernya maksud aku bawa kamu ke sini ada yang mau aku omongin, Gue suka sama lo Saf" ucapnya
"Ternyata kak Revan juga punya perasaan lebih ke aku, jadi aku nggak mendam perasaan ini sendiri" batin Safira yang terasa senang
"Gimana perasaan lo ke gue Saf?
"Sama kak" jawabnya dengan malu-malu
"Jadi kita pacaran?"
"Boleh"
"Berarti kamu makan yang ada tulisan yes"
°flasbacEnd°
"Kok kamu masih inget si Saf aku jadi malu"
"Udah ayok makan ntar dingin lagi" ajak Safira
***
"Terus kesini mau apa?"
"Gue mau ngembaliin tas lo yang kemarin gue bawa pulang satu hal lagi"
"Kenapa?"
"Sebenernya lo nyembunyi in apa si dari gue?coba jawab jujur Dan?" tanya nya yang mulai curiga dengan Dania "plis jujur sama gue Dan"
"Apa gue jujur aja sama Gladis?" batinya berkata

KAMU SEDANG MEMBACA
IT'S DANIA
General Fiction[HIATUS] Fllw dulu sebelum baca heheh "Gue hamil Sya" "Lo harus tanggungjawab Sya" "Gue ngga mau Dan" "Stop biar gue yang tanggungjawab" 16+ Senja mengajarkan bahwa hal yang indah itu datang sesaat meski hanya singgah sebentar tapi tetap membekas D...