Tandai kalo ada Typo....makasih
.... Happy Reading....
Saya ingin mengucapkan minal aidzin walfaidzin, barangkali ada kata-kata yang kurang pantas di cerita saya, saya pribadi meminta maaf yang sebesar-besarnya 🙏🙏. Sekian terimakasih banyak all
Malam begitu tenang mengiringi keindahan suasana perumahan Anggun di malam hari, sayup-sayup terdengar suara jangkrik memecah keheningan malam, sesekali suara burung malam terbang penuh harapan. Udara terasa dingin menyegarkan. Langit cerah dihiasi bintang-bintang, Nyamuk juga tidak mau kalah, terbang ke sana kemari berhamburan mencari hamparan kulit untuk mengobati kehausan. Kini Rasya yang tengah duduk di balkon kamarnya banyak pikiran yang melintas di otaknya membuat dirinya merasa gelisah
"Rasya?" Panggil Linda ibu tirinya yang berjalan menghampiri nya dengan membawa satu piring pancake strawberry dan jus alpukat kesukaan Rasya
Rasya mengabaikan kedatangan ibu tirinya yang sangat dia benci, karena Linda dia harus kehilangan ibunya yang sangat-sangat dia sayangi
"Ibu bawain pancake strawberry sama jus alpukat kesukaan kamu Sya," ujarnya duduk di sebelah Rasya namun Rasya menghindarinya
"Ada urusan apa anda kemari?" Tanya Rasya tanpa memperhatikan niat baik Linda
"Sampai kapan kamu benci sama ibu, Sya?"
"Sampai saya menghilangkan dari dunia ini" sahutnya kesal
"Ibu tau Sya, ibu yang salah karena ibu kamu jadi kehilangan mba Ikhdiana mamah kamu, ibu ngerti kok beribu kali ibu minta maaf sama kamu, nggak akan pernah ngembali in mba Ikhdiana" ucapnya tidak enak pada Rasya
"Udah selesai ngomongnya? Kalau udah anda bisa keluar dari kamar saya" tegurnya tidak suka keberadaan Linda
Linda memandangi Rasya yang seperti banyak masalah yang ia pikirkan, tidak seperti biasanya raut wajah Rasya yang selalu sangat kasar pada Linda kini dia menyuruh Linda keluar dari kamarnya dengan cara halus "kamu lagi ada masalah yah?"
"Nggak usah sok peduli deh anda" decaknya
"Ibu tau kamu lagi ada masalah, kamu bisa cerita masalah kamu ke ibu Sya,
Barangkali ibu bisa bantu" celetuk LindaRasya terdiam dan tiba-tiba dia teringat pada Dania mantan kekasihnya yang tengah mengandung anaknya, yang ia tidak bertanggungjawab atas kehamilan Dania. Dia merasa menjadi laki-laki yang egois dan brengsek seperti yang di katakan Dania
Linda yang tidak ingin Rasya marah dengan keberadaan nya pun dia menaruh penampan di meja dekat tempat tidurnya "Ibu taruh pancake strawberry sama jus alpukat di meja yah" ujarnya meletakkan penampan dan hendak pergi
"Bu?" Lirihnya dengan serak dan tanpa aba-aba air matanya jatuh membasahi pipinya
Linda mengehentikan langkahnya dan terkejut apa barusan yang Rasya ucap, sebuatan ibu?,apa Linda tidak salah dengar?. Akhirnya setelah 15 tahun Linda bersama Rasya baru kali ini Rasya memanggilnya dengan sebutan 'ibu' dan membuat Linda merasa senang
"Iya Sya?" Jawabnya dengan penuh harapan
"Dulu waktu ibu mengandung Safira, apa papah langsung tanggung jawab atau papah pergi dan setelah itu menyesal dan memutuskan untuk tanggung jawab kehamilan ibu?" Tanya Rasya apakah papahnya sebrengsek dirinya atau tidak
Linda mengerutkan keningnya terheran mengapa Rasya menanyakan itu, 'Kenapa Rasya tanya soal ini, ada apa ini?' batin Linda
"Kenapa kamu tanya ini Sya?"

KAMU SEDANG MEMBACA
IT'S DANIA
General Fiction[HIATUS] Fllw dulu sebelum baca heheh "Gue hamil Sya" "Lo harus tanggungjawab Sya" "Gue ngga mau Dan" "Stop biar gue yang tanggungjawab" 16+ Senja mengajarkan bahwa hal yang indah itu datang sesaat meski hanya singgah sebentar tapi tetap membekas D...