"Revan?" Ujar Dania terkejut, entah sejak kapan Revan berdiri di halte menyaksikan dirinya tengah berpelukan bersama mantan kekasihnyaDania pun langsung melepas pelukan Rasya dan langsung menghampiri Revan, belum sempat Dania sampai Revan langsung membalikan badannya dan masuk ke dalam mobil lalu menguncinya
Dania pun menggedor-ngedor kaca mobil agar Revan membukanya namun hasilnya nihil Revan tidak membukanya justru dia malah menyalahkan mesin mobilnya lalu berjalan tanpa memperdulikan ucapan Dania
Dania berlari mengejar Revan namun sekeras dia berlari akan kalah dengan lajunya mobil yang di kenakan Revan, karena tidak hati-hati diapun terjatuh
"Aww" teriaknya meringis kesakitan karena lututnya yang terkena aspal membuat goresan kecil
"Dania?" Ungkap Rasya terkejut melihatnya jatuh dan langsung menghampirinya
Mobil yang di kenakan Revan pun berhenti sejenak, Dania harap Revan akan menolongnya namun harapan Dania, hilang begitu saja karena Revan cuman melihat dirinya dari kaca mobil dan langsung melanjutkan perjalanannya
Revan membanting stir mobilnya dan berteriak rasa kecewa pada Dania "Kenapa Dan, di saat gue udah merasa nyaman sama lo, dan lo dengan mudahnya menghancurkan ini semua!!" Ujar Revan kecewa pada Dania
"Arghh"
"Dengan susah payah gue dapetin lo, segala cara gue lakuin buat lo, tapi ini hasilnya? Lo kecewain gue?" Seru Revan
"Kenapa gue bodoh banget si, merjuangin orang yang nggak pernah nganggep gue hadir!" Keluh Revan merasa kehadiran dirinya tidak pernah Dania anggap ada
"Argghh" Revan kembali membanting stir mobil, dia yang tidak fokus menyetir mobil pun hampir saja menabrak orang yang tengah melintas
Tinnnn!!
Deg
Dia meneguk ludahnya "Ya ampun" ungkap Revan jantungnya berdebar kencang
Orang yang hampir saja Revan tabrak langsung menuju ke samping kaca mobil "kalo bawa mobil hati-hati dong mas, kalau tadi saya ketabrak gimana? mas-nya mau tanggung jawab?"
Revan membuka kaca mobilnya dan memandang pria tua yang hampir ia tabrak "maaf pak saya nggak sengaja, tadi saya nggak fokus nyetirnya pak karena lagi banyak pikiran"
Pria tua itu menghela nafasnya dan berkata "kalau lagi banyak pikiran mending jangan nyetir mas, bahaya ini jalan raya kalau mas-nya kenapa-napa gimana? orang tuamu juga kan yang repot" nasehat pria tua itu
Revan tersenyum sebentar "iya pak makasih nasehatnya, maaf ya tadi saya hampir nabrak bapak"
"Iya nggak papa mas yang penting saya nggak kenapa-napa tapi jangan diulangi lagi yang mas"
"Iya pak, saya lanjut jalan lagi ya"
"Iya hati-hati mas"
Revan kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah orang tuanya "huftt hampir aja nabrak orang"
***
Rasya langsung berlari menuju ke arah dania yang terjatuh, dia dengan teliti melihat kaki Dania yang tergores akibat jatuh
"Lutut kamu berdarah Dan" ucap Rasya panik sambil meniup luka kaki Dania
Dania yang meringis kesakitan cuman berkata "enggak papa kok ini cuma kegores sedikit"
Rasya memegangi lutut Dania " ini harus diobati Dan, kalau nggak nanti bakal infeksi bahaya kamu kan lagi hamil" ucapnya panik
Dania terkekeh dengan ucapan mantan kekasihnya itu " enggak papa kok nanti besok juga sembuh, ini itu nggak se-sakitnya yang kamu lakuin ke aku Sya,"

KAMU SEDANG MEMBACA
IT'S DANIA
General Fiction[HIATUS] Fllw dulu sebelum baca heheh "Gue hamil Sya" "Lo harus tanggungjawab Sya" "Gue ngga mau Dan" "Stop biar gue yang tanggungjawab" 16+ Senja mengajarkan bahwa hal yang indah itu datang sesaat meski hanya singgah sebentar tapi tetap membekas D...