orang tua mana yang tidak kecewa saat mengetahui anak kesayangannya hamil saat duduk di bangku SMA
~Dania Azura Bianca"Papa mau bicara sama kalian berdua" ucap Lukman
"Kenapa pah?" Ujarnya. Dania sedikit takut karena raut wajah papanya aneh agak menyeramkan
Lukman mengulurkan tangannya "Papa mau kasih ini"
"Kunci?" Dania bingung kenapa papanya ngasih kunci ke Dania
"Ini kunci apartemen, Papa mau kalian berdua pergi dari rumah ini"
Frisly dan Mita terkejut dengan kata-kata Lukman
Dania meneteskan air mata "papa ngusir Dania?" jawabnya
"Saya benci sama kamu Dania, papa benar-benar kecewa sama kamu"ucap Lukman
"PAPA MAU KAMU BERESIN BARANG-BARANG KAMU DAN ANGKAT KAKI DARI RUMAH INI" ucapnya dengan nada keras"Tapi pah" titah Dania
Lukman menunjuk Dania "MULAI SEKARANG KAMU BUKAN ANAK SAYA!!"
"pah kamu ngga boleh ngomong gitu sama Dania, aku juga kecewa tapi ngga kaya gini pah" Ucap Mita
"Aku tau kamu emosi, kamu marah, kamu kecewa, tapi ngga kaya gini, Dania sedang mengandung cucu kita pah" ujarnya
Lukman melirik ke arah Mita istrinya "DIAM KAMU, CEPETAN BERESIN BARANG-BARANG KAMU DANIA"
"Dan cepet beresin keburu papa marah besar" bisik Frisly
Dania mengangguk
"Van kamu bantu Dania buat beresin barang-barangnya"
"Iya ka"
Dania dan Revan berjalan menuju kamarnya untuk mengemas barang-barang
"Dan?" Tanya Revan yang memperlihatkan Dania yang sejak tadi menangis tersedu-sedu
"Kamu ngga papa?, Biar aku aja sini ya beresin"Dania menghapus air matanya "aku ngga papa kok Van"
"Ya udah yuk kita turun aku udah selesai kok"
Revan mengangguk "biar aku aja yang bawa koper kamu"Saat menuruni anak tangga Dania langsung lari menuju mamanya dan memeluknya
"Mah Dania pergi ya, Mamah harus harus sehat-sehat di sini" ucapnya sambil menangis
Mita memegang pipi Dania ya basah karena air matanya "Iya sayang kamu juga harus jaga kesehatan, jangan sampe telat makan ya, kamu mesti jaga kandungan kamu"
"Mah Revan juga pamit ya" ucap Revan sambil mencium tangan Mita
"Iya Van, mamah nitip Dania ya, kalo ada apa-apa bilang mamah ya" ujarnya
Revan menganggukDania menghampiri Frisly dan memeluknya
"ka.. hiks hiks, gue pamit ya"
Frisly yang mencoba tegar agar tidak menangis pun tidak tahan melihat adik kesayangannya menangis dan akhirnya dia ikut menangis
"Jangan tinggalin gue dan" ucapnya, karena sejak dulu Frisly dan Dania selalu sama-sama tidak pernah berpisah, dan hari ini mereka harus berpisah mungkin berat buat mereka berdua
"Gue pamit ya ka"
Air mata frisly terus mengalir deras "Engga Dan, kamu ga boleh pergi ninggalin Kaka"
Dania menghapus air mata kakanya "Kaka ga boleh sedih yah, kan ada mamah, mana ka Frisly yang suka jail, mana ka Frisly yang suka marah-marah ga jelas?"

KAMU SEDANG MEMBACA
IT'S DANIA
General Fiction[HIATUS] Fllw dulu sebelum baca heheh "Gue hamil Sya" "Lo harus tanggungjawab Sya" "Gue ngga mau Dan" "Stop biar gue yang tanggungjawab" 16+ Senja mengajarkan bahwa hal yang indah itu datang sesaat meski hanya singgah sebentar tapi tetap membekas D...