Happy Reading :)
"Jangan pernah melukai perasaan kamu sendiri demi orang lain, kamu juga berhak bahagia, jangan pernah berfikir bahagia itu nggak akan berpihak ke kamu. Kamu pantas untuk bahagia karena kamu berharga" ~Revan Aditama
Aldo dan Angga pun melanjutkan perjalanannya menuju ruang rawat inap Revan. Sesampainya di depan pintu ruangan Revan mereka berdua melihat ada paper bag yang tergeletak di depan pintu
"Apaan tu?" Ungkap Aldo
"Mana gue tau" sahut Angga dengan muka datarnya
Aldo melirik Angga dengan tatapan tajam setajam silet "dari tadi gue nanya sama lu jawabnya nggak tau, mana gue tau. Lu kaya cewek-cewek PMS tau nggak jutek, ngeselin lagi!"
"Kan dari tadi gue di samping lu nggak kemana-mana. Ya gue jawab nggak tau Aldo!" Sahutnya mendengus kesal pada Aldo
"Iya iya gue minta maaf"
Safira yang tengah duduk di samping Revan memegang mangkuk yang isi nya telah habis lahap di makan Revan
"Aku minta maaf ya Van" ungkap Safira meletakkan mangkuk yang dia pegang dan menaruhnya di meja lalu memegang satu tangan Revan
"Soal apa?" tanya Revan heran
"Soal kecelakaan ini, kan ini gara-gara aku" sambungnya merasa bersalah setelah apa yang terjadi pada Revan pacarnya
"Ini bukan salah kamu kok, ini musibah Saf" terangnya seperti dia menjelaskan pada Dania kemarin
"Oiyah Saf, satu hal lagi" ucap Revan memandangi wajah Safira
"Kenapa?"
"Aku mau kamu kalau ada masalah sama Rasya atau dia pukul kamu, bilang sama aku Saf, jangan diam aja" terangnya, karena Revan sudah tau sikap Rasya kakak tirinya Safira, yang selalu memperlakukan kasar pada Safira. Dia juga tau bahwa papanya Rasya selingkuh dengan ibunya Safira sampai hamil. Revan tau itu semua dari mana? Dia tau itu semua karena Safira yang bercerita pada Revan tentang apa yang terjadi pada keluarganya.
"Lagian aku nggak papa kok Van" ungkap Safira
"Cewek kenapa si, selalu aja bilang nggak papa padahal hati nya terluka" ujar Revan yang bingung kenapa cewek selalu bilang nggak papa padahal dia sedang berada di posisi sulit
"Tapi bener aku nggak papa Van"
"Denger ya Saf, Jangan pernah melukai perasaan kamu sendiri demi orang lain, kamu juga berhak bahagia, jangan pernah berfikir bahagia itu nggak akan berpihak ke kamu. Kamu pantas untuk bahagia karena kamu berharga" ucapnya
"Aku udah biasa Van, di perlaku in kek gitu jadi aku nggak kaget" sanggah Safira
"Tapi tetap aja dia nggak bisa terus menerus kasar sama kamu, itu juga bukan sepenuhnya salah kamu Saf, salah papah nya dia juga" ucapnya kesal merasa kasihan pada Safira
Raut wajah Safira berubah menjadi kesal saat Revan mengatakan salah papahnya "maksud kamu apa nyalahin papah aku!" Cicitnya
"Ya emang kenyataan nya kek gitu kan Saf," titah Revan
"Au ah, kamu ma ngeselin, nggak usah bahas ini deh lain kali!" Geram Safira

KAMU SEDANG MEMBACA
IT'S DANIA
General Fiction[HIATUS] Fllw dulu sebelum baca heheh "Gue hamil Sya" "Lo harus tanggungjawab Sya" "Gue ngga mau Dan" "Stop biar gue yang tanggungjawab" 16+ Senja mengajarkan bahwa hal yang indah itu datang sesaat meski hanya singgah sebentar tapi tetap membekas D...