Kita akan sadar seseorang itu sangat berarti ketika dia telah pergih
♡♡♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Matahari sudah menampakan sinar nya yang cerah, burung burung mulai berkicauan indah, langit yang cerah mampu membuat siapapun yang melihat mungkin akan merasa nyaman.
Gadis itu tengah duduk di taman komplek seraya menatap langit yang indah di atas sana, namun suara bising membuat lamunan nya membuyar, kepalanya menoleh ke tepi jalan melihat sebuah mobil yang menimbulkan suara kencang.
"TAHU BULAT DI GORENG DI MOBIL DI BUMBUAN GURIH GURIH EYOY!"
Suara tukang tahu bulat itu membuyarkan lamunan Revin, dirinya menghampiri tukang tahu bulat yang berjualan dengan mobil keliling itu.
"Mang tahu bulat nya lima ribu." ucap Revin, di angguki laki laki yang menjual tahu bulat itu.
"Pedes neng?" Tanya pedangan itu.
Revin mengangguk, "pedes tapi gak nyakitin ya mang heheheh." ucap nya , tukang tahu bulat itu terkekeh.
Setelah dirinya memberi, Revin berjalan ke arah tempat duduk taman.
Sekarang hari Minggu, dirinya memang tidak ada niatan untuk joging, namun berjalan santai di taman komplek mungkin akan membuat suasana hati nya membaik.
Matanya tertuju pada seseorang yang tengah berlari di sudut jalan, Revin menyipitkan matanya, ternyata itu adalah Rajen.
Revin membalikan tubuh nya saat melihat Rajen berlari ke arah nya, dirinya melirik ke belakang namun ternyata Rajen benat benar berjalan ke arah nya.
Berdoa pada sang kuasa semoga laki laki itu tidak mendatanginya, namun sepertinya doa nya telat, Rajen malah duduk di sebelahnya.
Laki laki menoleh ke perempuan di sebelah nya, namun perempuan itu malah membuang wajah nya.
Revin menormalkan detak jantungnya, mengapa berdekatan dengan Rajen membuat jantung nya seakan marathon.
Dirinya menoleh ke arah Rajen yang sedang mengelap wajah nya, laki laki terlihat sangat tampan, tampak nya dia tidak tau bahwa gadis yang ada di sampingnya adalah mantannya.
Dirinya menarik napas memberanikan dirinya untuk menyapanya.
"Hai ka." sapa nya, berharap laki laki itu akan menyapa nya balik.
Rajen menoleh, sedikit terkejut namun dirinya langsung menormalkan ekspresinya tanpa membalas sapaan Revin.
Ternyata ekspresi nya tidak sesuai dengan realita nya.
Gadis itu berusaha tegar, dirinya Tersenyum tipis membalikan tubuh nya ke posisi awal, ternyata laki laki tidak pergih saat tau itu adalah dirinya.