Terkadang orang yang sudah kita anggap baik ternyata malah menyakiti Dan orang yang kita anggap buruk , ternyata malah menyanyangi, karna sesuatu yang buruk atau baik gak bisa di ukur dengan seberapa lama kita kenal dia.
♡♡♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Revin tersenyum hangat, tangannya membawa sebuah bingkisan kecil berisi buah buahan, langkah kaki gadis itu terus berjalan.
Sudah tiga hari gadis itu tidak datang kerumah sakit, karna ada urusan keluarga yang membuat nya tidak bisa menjenguk Rajen.
Hingga Pintu itu dia buka, menampakan Algha yang sedang duduk seraya bermain Game, dan Rajen yang anteng sambil memegang buku novel di atas bangkar.
"Hai." sapa gadis itu membuat Algha Menoleh.
"Revin, pagi banget kesini nya." ucap Algha, dirinya bangkit mengambil bingkisan dari tangan gadis itu.
Revin terkekeh melirik Rajen yang tengah membaca sebuah novel langkah kakinya berjalan mendekat membuat Rajen mendongkak.
"Pagi Ka Rajen." sapa gadis itu ramah, namun laki laki itu hanya menaikan alis nya bingung dan kembali menatap buku yang sempat dia tunda.
Revin diam, dirinya melirik Algha yang menatap nya seakan sendu, tangan Algha menarik gadis itu keluar dari ruang rawat Rajen.
"Kenapa ka?" Tanya gadis itu bingung.
"Kamu tau kan, Rajen gak inget sama kamu, jangan paksa dia buat inget sama kamu ya, dia baru aja sadar itu bahaya buat otak nya." ucap Algha, Revin menghela napasnya kasar, namun dirinya hanya bisa mengangguk mengiyakan.
"Tapi ko sikap ka Rajen dingin banget?" Tanya Revin kecewa.
"Prasaan lu doang kali."
Gadis itu mengangkat bahu nya, "Tapi ka Algha udah bilang sama dia kalau aku pacar nya?"
"Pacar?"
Revin menganggukan kepalanya, "Iya pacar nya."
"Kalian kan udah putus."
"Tapi udah balikan!" jawab gadis itu, nada bicara nya sedikit kesal.
Algha mengangguk paham, "Gue belum cerita apa apa sama dia, Yaudah lah masuk yu."
Gadis itu mengangguk, duduk di samping bangkar menatap wajah Rajen, namun seperti nya laki laki sedikit risih di tatap nya.
"Bisa gak usah natap gue, gue risih di tatap terus?" Ucap Rajen ketus, namun gadis itu malah menggeleng kepalanya, matanya masih menatap wajah Rajen, bahkan ada senyum tipis di bibir gadis itu .
"Gue keluar dulu!" Ucap Algha di angguki oleh ke dua nya.
Revin menurunkan buku itu sedikit agar Rajen melihat nya, " Kaka tau aku siapa?"