Yaudah" aku masih semangat ko walaupun vote dikit, karna emang cerita ini juga gak sebagus cerita" lain:'
Dan makasih buat yang udah baca dan vote:)
Thanks bgt buat support nya❤️ Tanpa kamu aku cuma remahan rempeyek si:'
Happy Reading <3
Kadang Kita gak paham, dia yang enggak bisa mengerti kita, atau kita yang gak bisa mengerti dia?
♡♡♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Amara menghela napas nya tangannya bergerak membuka buku yang berada di atas pangkuan nya, gadis itu kini berada di kantin karna Jam kosong, dan memilih untuk meninggalkan kelas.
"Eh anak pungut, masih punya muka."
Amara menoleh, namun dirinya Kembali menatap buku nya.
Diem adalah emas!
"Dih udah anak pungut sok jual mahal, Jual diri juga bisa Kali."
"Eh emang dia ada harga diri ya?"
"Si tukang bully, yang sekarang udah di pandang sebelah mata."
"Yaelah kalau tau cuma anak pungut mah, ngapain coba takut, paling cuka berlindung pake nama bokap nya."