Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Thank ka udah anter aku." ujar Revin membuat laki laki itu tersenyum tipis.
"Kalau gitu gue duluan ya." ucap Wildan, gadis itu mengangguk.
Dirinya masuk kedalam rumah setelah motor Wildan menjauh, langkah kakinya terhenti melihat motor Ravin yang terparkir rapih di halaman rumah nya
Dan bukannya jemput adiknya pasti lagi rebahan.
Brak!
"ABANG, BUKANNYA JEMPUT ADEK NYA MALAH... eh."
Revin menerjab-nerjab matanya berkali kali masih berkacak pinggang di dekat Pintu.
Ravin menggaruk tengkuknya, bangkit dari kursi, lalu menarik adik nya ke atas.
"Kamu bikin malu aja." Ucap Ravin sedikit kesal.
Revin memicingkan matanya, "Itu , cewe di bawah siapa? Pacar ka Ravin? Sejak kapan Kaka punya pacar ko bisa laku si?"
"Heh, kurang asem punya adek, Kaka ganteng gini gimana gak laku, bahkan di kampus banyak yang ngantri buat jadi pacar Kaka." ucap Ravin dengan pedenya.
Namun benar, Ravin memang masuk kategori Cowo ganteng, karna Badannya yang tinggi, kulit nya yang putih, Rambut nya yang gondrong namun Rapih.
"Jadi itu pacar Kaka?"
Ravin mengangguk bangga, "Gimana cantik gak?"
"Cantik si tapi-"
"Tapi apa?"
"Tapi ko mau sama Ka Ravin yang mandi nya Sehari sekali, bahkan kadang gak mandi!" Cerocos Revin.
Ravin menghela napas nya, "Hemat itu pangkal kaya, udah udah Sono gak usah ganggu ya awas lo kalau ganggu, Abang kasih kecoa!"
"Halah so soan kasih kecoa, sendiri nya aja takut sama kecoa."
"Ahh bawel."
*****
Rajen menatap langit di atas sana yang sudah berubah menjadi hitam pekat dari balkon kamar nya, laki laki itu bersandar di dinding sambil menatap layar handphone nya, Sejak dirinya bangun dari insiden kecelakaan, Dia memang sempat membuka WhatsApp nya, memang ada Revin yang dia sematkan, namun chat itu tampak kosong, Karna Algha bilang handphone nya sempat rusak akibat kecelakaan.