Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

He's a player

17.2K 411 6
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Arabella mengaduk makanannya dengan senang hati, semenjak berada di new york Arabella memang sering sekali makan lasagna, padahal banyak makanan enak lainnya tapi ini juga sudah menjadi salah satu comfort food-nya saat suasana hati sedang tidak baik saja

Dia memejamkan matanya, menghirup aroma yang keluar dari makanannya itu begitu wangi dan sangat menggoda, perutnya semakin keroncongan. Bahkan disaat seperti ini pun yang dipikirannya adalah sambal buatan ibunya yang sangat nikmat, seketika Arabella terkekeh pelan, di bayangannya terlintas begitu saja saat lasagna ini dimakan dengan sambal terasi buatan ibunya.

the fuck! apa katanya? terasi?

"Jangan membuatku takut Bel" Tegur Liam, matanya memicing menatap Arabella, tentu saja dia heran, tidak ada angin tidak ada hujan gadis didepannya tertawa sendiri

Arabella menggeleng pelan dengan sesekali menyuap makanannya "Aku hanya mengingat masakan ibuku"

"Wow, bagaimana mungkin kau tertawa hanya dengan mengingat masakan ibumu, apakah ibumu memasak seorang pelawak?"

"Huh? ucapanmu sangat tidak masuk akal Liam" Arabella memutar matanya malas setelah mengucapkan kalimat itu

"Kau bilang kau tertawa karena mengingat masakan ibumu, berarti ibumu memasak pelawak atau memasak lelucon?"

Arabella tertawa lepas, akhirnya dia mengerti maksud dari ucapan Liam, yahh memang anehkan dia tertawa sangat Tiba-tiba seperti itu? tidak heran jika Liam melontarkan kalimat bertanya walaupun tidak masuk akal. Walaupun Arabella adalah gadis baik yang sangat ramah dan cantik tapi dia jarang sekali tertawa seperti ini

Liam terdiam sebentar melihat bagaimana cantiknya Arabella, gigi-gigi kecilnya itu menyembul keluar, bibir ranumnya yang menggoda pria mana saja ingin mencicipinya. Andaikan dia bisa mengendalikan dunia ini, hanya satu yang ingin dia lakukan yaitu menjadikan Arabella sebagai istrinya

"Kau pria yang lucu, Liam" puji Arabella tulus, senyum hangat terukir di bibir manisnya

Bisakah kalian menolong Liam saat ini? nafasnya terasa begitu ringan sekali. Dia sudah tidak sanggup, dipunggungnya seperti ada sayap yang membawanya terbang tinggi

"Tapi kau sangat playboy" lanjut Arabella

Gedubrak

Hei siapa yang mendorongnya dari ketinggian? Bukankah dia tadi terbang tinggi dengan bahagianya?, Astaga gadis ini cepat sekali mengubah suasana hati seseorang

"Kau salah besar, aku pria yang setia" sergah Liam tidak terima dikatai begitu oleh perempuan yang dia sukai

"Huh kau kan sama saja seperti Tuan Adam Martinez yang terhormat itu, sesama playboy" Arabella mengacungkan garpu didepan hidung Liam

He is Crazy CEO Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang