Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*****
Arabella menatap sekelilingnya dengan heran dan takjub, tentu saja. Bayangkan saja kau tiba-tiba dibawa seorang pria ke sebuah bangunan besar bak istana megah dan sangat mewah seolah kau putri tercinta yang pernah hilang beberapa puluh tahun. Seperti dongeng-dongeng.
Tidak sampai disitu saja, halamannya sangat luas dikelilingi pohon besar, bahkan Arabella sempat melihat beberapa pohon eksaat melewati gerbang rumah ini--daunnya sudah mulai coklat. Apakah ini sudah akan memasuki musim gugur?Arabella bertanya.
Terutama taman dihalaman depan yang dipenuhi berbagai macam warna anggrek. Tidak henti-hentinya Arabella berdecak kagum atas pemandangan ini. Bahkan pintu rumah walaupun terbuat dari kayu tapi sangat elegan bergaya klasik khas eropa seperti melambangkan Adam.
Tidak jauh dari situ seorang maid yang sudah berumur--yang diketahui Arabella dari kerut dibawah mata wanita itu--mendekat "Silakan ikuti saya"
Arabella membuntuti langkahnya. Astaga interior rumahnya sangat mewah dan kuning--dikelilingi emas. Sudahlah tidak ada habis-habisnya untuk menjelaskan detail-detail istana itu.
"Silakan duduk disini sampai tuan Adam datang" maid yang tadi tersenyum ramah
"Terimakasih"
"Jika anda memerlukan sesuatu, saya ada berada dibelakang" ucapnya sebelum wanita paruh baya itu pergi ditelan yang katanya berada dibelakang.
Arabella hanya menurut dan bingung, mengapa dia dibawa ke tempat ini. Walaupun tempat ini menakjubkan tapi ini bukanlah tempatnya, Arabella merasa sangat asing. Ditambah lagi dirumah ini seperti rumah kosong tak berpenghuni, jika Arabella berteriak pun hanya akan ada suaranya sendiri uang menyahut.
Arabella bertanya-tanya apakah dirumah sebesar ini memang tidak ada orang? Walaupun banyak pekerja diluar itu semua tampak sepi dan hening. Lalu dimana orangtua Adam? dan saudara? apakah dia tidak mempunyai saudara?
Suara deruman mobil membuyarkan ribuan pertanyaan yang berkelebat didalam kepala Arabella. Segera dia menghampiri pria itu ketika melihatnya diambang pintu.
"Kenapa aku dibawa kesini?" Arabella meminta jawaban, nada tidak suka mencelos begitu saja melihat pria itu bahkan tak melirik ke arahnya.
Adam hanya berlalu tanpa mengindahkan makhluk cantik didepannya. Arabella mengekor.
"Aku ingin pulang, aku tidak suka disini"
Pendusta!
Lebih tepatnya tidak suka dengan suasana sepi yang begitu mencekam. Arabella tidak suka rasa sepi menyelimutinya
"Tanyalah pada maid kau membutuhkan apa"
"Aku butuh apartemenku, disini tidak menyenangkan"
Pembohong, beberapa saat yang lalu dia berdecak kagum .