Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*****
Sesampainya mereka di apartemen milik Arabella. Adam mengelilingi mobilnya dan dengan cepat membuka pintu mobil
Mata tajamnya yang sedari tadi terus memperhatikan Arabella yang bergerak gelisah, wajahnya wanita itu memerah , dan bisa dipastikan ada yang memasukkan obat perangsang terhadap minuman gadis ini. Siapa orang bodoh yang melakukan ini
Bahkan Adam menahan geraman rendahnya saat melihat payudara wanita itu menyembul kearahnya ketika Arabella menggeliat tidak tenang, Adam tidak munafik dia menyukai pemandangan ini dan ingin menenggelamkan wajahnya pada dua bukit kembar yang menggairahkan itu
"Ahh..." Desah Arabella saat Adam menyentuh lehernya untuk membopongnya. Adam merasakan kejantanannya telah menggembung sedari tadi
Ternyata mengiyakan ucapan Liam untuk mengantar Arabella pulang ke apartemennya sangat merepotkan jiwa kelelakiannya. Apalagi perempuan ini dipengaruhi obat perangsang. Tingkahnya saja seperti orang kegatalan
Arabella memeluk leher Adam dengan erat, menghirup aroma menenangkan dari pria ini. Kenapa penglihatannya Adam malam ini sungguh tampan?
Adam melirik gadis itu yang kini menatapnya sendu, Adam kembali mengerang rendah, dia tidak boleh memanfaatkan tubuh gadis ini yang tengah mabuk bahkan dipengaruhi obat perangsang Sialan!
Ketika mereka sampai dipintu apartemen. Adam sedikit menekuk kakinya untuk menahan tubuh Arabella. Sebelah tangannya mengobrak-abrik isi tas wanita itu untuk mencari kunci
Arabella yang berada di gendongannya masih belum tenang, disentuh Adam semakin membuat dirinya lupa diri dan merasa nyaman
"Kau sedang apa?" bisik Arabella tepat pada telinganya. Adam terdiam bahkan jika Arabella menyadarinya, kejantanannya pria itu semakin membesar dan menekan paha bagian bawahnya
"Kau letakkan dimana kunci apartemenmu?" Adam berucap semakin menahan dirinya sendiri ketika melihat Arabella bergerak ingin melirik arah pintunya membuat pahanya kembali menggesek kejantanan Adam
"Itu memakai jempolku" bisiknya kembali. Lalu Arabella menjulurkan tangannya menyentuhkan jarinya pada sensor jari. Dan pintu pun terbuka
Dengan sedikit kewarasan yang dia miliki, Adam meletakkan Arabella dikasur secara perlahan, dan itu membuatnya kembali menatap payudara Arabella yang terpampang dihadapannya. Adam meneguk ludah dengan susah payah, jika dia tidak segera keluar dari kamar ini maka akal sehat telah lenyap dari dirinya
"Tuan.." lirih Arabella. Dengan tanganmya yang gemetar dia menangkap jas bagian belakang milik Adam
Apalagi ini?
Adam berbalik, alisnya yang terangkat sebelah menatap wajah Arabella yang semakin memerah
"Tolong aku menghilangkan rasa gatal ini" dia menggigit bibir bawahnya kuat