Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*****
Sedari tadi Arabella hanya terdiam. Tidak ada sepatah kata pun yang dia ucapkan. Melamun sepanjang jalan dengan tatapan kosong keluar jendela. Tentu itu semua tidak luput dari pandangan Adam.
"Apa yang Liam ucapkan hingga membuatmu seperti ini" tanya Adam tajam. Pandangannya lurus kedepan. Arabella berdeham sebentar.
"Tidak ada"
"Aku tidak suka kau berbohong padaku" desisnya tajam.
"Kami hanya bercerita tentang kau yang mengirimnya ke Swiss untuk menjauhkan kami" Arabella mengatur suaranya setenang mungkin.
"Itu tugasnya"
"Aku tau"
"Aku menyuruhnya bekerja bukan bermaksud lain"
"Bilang saja kau cemburu" Arabella mengerling, sengaja memancing pria agar menunjukkan ekspresi. Namun, dia hanya menatap lurus kedepan dengan tatapan tenang
"Untuk apa aku cemburu? Jika wanitanya sendiri yang menyerahkan dirinya padaku" ucapnya santai
Arabella melongok, wajahnya kini memerah "Kau yang menarikku"
"Benarkah? Haruskah aku membuktikan ucapanmu?"
"Tidak usah"
"Apa kau mengaku kalah?"
"Aku hanya tidak ingin berdebat dengan pria kolot dan gila sepertimu"
Ciiitt
Astaga! Apa yang Arabella ucapkan. Apa yang telah dia lakukan. Bodoh sekali kau Arabella. Bisa-bisanya dia menyinggung perasaan macan jantan yang kelaparan.
"Kau mengataiku gila?"
Ya Tuhan! Tolonglah Arabella. Dia bahkan tidak berani untuk sekedar menolehkan kepalanya menatap Adam. Mendengar nada tajam itu saja sudah membuatnya sulit untuk meraup udara.
Tatapan tajam itu seolah menghunus langsung ke jantungnya. Arabella sampai memejamkan mata saat Adam mendekat dan menghembuskan nafas diwajahnya.
"Pria gila inilah yang membuatmu mendesah di ranjang" Adam tersenyum puas saat melihat wajah Arabella yang sudah Semerah tomat. Dia kembali melajukan mobilnya dengan menahan senyum sepanjang perjalanan.