Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Halloooooo semuanyahhhhhh
jika kalian menghargai cerita ini atau bahkan menyukai cerita ini jangan berat tangan untuk vote dan komen yaaa
terimakasih
love u🎣🎣🎣
****
Arabella bersumpah hari-harinya tidak pernah mulus lagi setelah kejadian 'itu'. Semua seakan terasa begitu menyebalkan
Arabella menutup diri tidak ingin berbagi cerita dengan siapapun seakan menutup rapat dirinya pada dunia. Mungkin hal itu lebih baik Arabella lakukan
Arabella memeriksa kembali setiap berkas dan laporan yang akan dibutuhkan hari ini pasalnya pagi tadi Mark--asisten Adam menghubunginya dan memberitahukan kalau mereka akan melakukan rapat mendadak dengan seorang klien yang berasal dari Jepang
Huh kenapa tidak dia saja yang menelpon, kenapa harus orang lain yang menghubungiku? Pikirnya
Setelah kejadian seminggu yang lalu, Adam benar-benar melupakan kejadian itu, dia tetap dengan peringai jahatnya dan tetap membentak Arabella jika dia membuat kesalahan. Lalu apa yang Arabella harapkan? apa karena dia memberikan kesuciannya membuat Adam menjadi lembut padanya? itu kemustahilan yang paling akhir berada dalam pikirannya
Tidak mau kembali ambil pusing, Arabella mengambil ponselnya, membuka kamera dan ber- selfie lalu meng- uploadnya ke salah satu media sosial. Setelah beberapa menit fotonya sudah dibanjiri oleh like dan komen.
Ah dia sangat merindukan teman-temannya
"Nona Arabella" tegur Mark
"Astaga" tubuh Arabella tersentak kuat, dia terlalu fokus pada ponselnya sampai-sampai tidak tau akan kehadiran Mark yang berdiri tidak jauh darinnya sudah terlihat sangat rapi
Mark tersenyum geli "Kita akan segera berangkat"
"Baiklah"
Lalu mata Arabella beralih kepada sosok yang kini telah berdiri dengan gagah disebelah Mark. Wajahnya dingin. Ada apa dengan pria itu? Walaupun Arabella tau wajah itu tidak pernah menunjukkan ekspresi yang baik namun kali ini tahapannya terlihat sangat jauh lebih mengerikan, Arabella kembali mengalihkan perhatian terhadap hal lain, dia takut
Arabella kini membawa beberapa tumpuk map dan sebuah iPad yang akan dia butuhkan nanti. Saat Arabella mengangguk seakan memberitau Mark jika dia telah siap untuk berangkat pria itu lalu mempersilakan Adam untuk berjalan lebih dulu
"Biar saya yang membawanya nona Arabella" ucap Mark dengan perasaan tidak nyaman saat melihat Arabella yang begitu rapuh membawa barangnya
"Ah kau baik sekali Mark" Arabella tersenyum--menyerahkan beberapa tumpukan berkasnya pada Mark.