Meresahkan

9.8K 222 5
                                        

*****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*****

Mereka telah berada dipekarangan rumah Adam. Arabella bersikeras jika mereka pulang saja, tidak menginap untuk malam ini. Arabella khawatir pada dirinya sendiri jika dia berlama-lama ditempat ini hingga besok, dia akan bertemu dengan saudara perempuan Adam. Dia belum siap.

Bahkan Arabella sekarang telah mengenakan setelan piyama tidurnya yang lucu. Seperti piyama anak kecil. Berdiri di ujung ranjang sambil menatap pria yang tengah duduk diatas kasur dengan laptop diantara kedua kaki yang terlipat. Bahkan pria itu tidak meliriknya sama sekali.

Arabella bersedekap. Berjalan mondar-mandir seperti sebuah setrika. Bingung dan gelisah menyerangnya begitu saja.

"Apa yang kau lakukan?"

Akhirnya Adam mengalihkan perhatiannya. Arabella menoleh sedikit namun, belum menghentikan kegiatan yang dia lakukan.

"Jalan santai"

"Sepertinya kau banyak masalah"

Arabella berhenti. Dia menatap lurus kedepan. Menggigiti kecil kukunya. Bahkan, dia tidak menyadari Adam kini telah berdiri dihadapannya. Arabella belum berani mengangkat kepalanya menatap pria itu. Takut wajah penuh kekhawatirannya terbaca oleh Adam.

"Berceritalah Arabella"

Suara itu terdengar lembut. Untuk sesaat Arabella terpana oleh Adam yang kini menunjukkan sisi lembutnya pada Arabella. Namun, dia tetap harus mempertahankan kegelisahannya. Tidak mungkin dia menceritakan hal ini pada Adam. Arabella tersenyum kecil.

"Aku tidak apa" ucap Arabella begitu lirih.

Adam memandang langsung pada bola matanya. Seperti mencari-cari petunjuk atau kejujuran Dimata itu. Setelahnya Adam mendesah. Dia mengulurkan tangannya untuk menyelipkan rambut gadis itu kebelekang telinga. Dan, busa merasakan tubuh gadis itu menegang. Adam suka jika melihat Arabella merasa takut dan agak was-was padanya. Terlihat menggemaskan.

"Apakah Ibuku mengatakan sesuatu yang membuatmu kepikiran?"

"Tidak, tentu saja tidak"

"Kau yakin?" Adam menangkup kedua pipi Arabella hingga gadis itu mengangguk diatas tangannya "kalau begitu sebaiknya kau beristirahat"


"Tidak, kau tidur saja duluan"

"Arabella!"

"Kubilang tidak!"

"Kau ingin kita melakukan hal lain?" Adam menyeringai mesum. Tangannya yang berada pada pipi Arabella membelainya lembut.

He is Crazy CEO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang