21+
Cerita ini mengandung adegan dewasa dan kata" kasar bagi kalian yang masih dibawah umur silakan menjauh dan kalo masih ingin mendekat tolong didampingi .
Masih banyak kata yang berantakan. Akan revisi setelah end
Ditanganya terdapat gelas berisi cairan berwarna keemasan. Botol ksosng dihadapannya pun sudah habis 2 dan itu belum membuatnya mabuk sama sekali
Hanya sedikit kembung saja diperutnya
Ditenggaknya kembali cairan itu hingga tandas, tenggorokannya panas tapi apa pedulinya?, hanya kernyitan dahinya yang menandakan kalo itu terasa
Club ini adalah salah satu club ternama di NyC dan itu milik sahabat kecilnya. 10 persen saham di club ini pun adalah miliknya
Mulai sejak sekolah menengah Adam senang bermain didunia bisnis-dunia yang sangat menghasilkan uang dengan sangat mudah jika benar dalam mengolah dan mengelolanya
Investasi yang pertama kali ia lakukan adalah cafe kecil milik paman Mike-seorang pria yang sudah lansia sekarang-dan karena cafe itu tak lagi beroperasi maka cafe itu jatuh ke tangan Adam dan paman Mike pun kembali ke kampung halamannya untuk mengurus ternak dombanya
Betapa bahagianya Adam waktu itu, perasaanya membuncah dia memiliki keyakinan yang teguh Jia suatu saat nanti dia akan mendirikan sebuah perusahaan yang sangat besar dan itu tercapai sekarang
Walaupun orangtuanya Kaya raya, Adam tak suka merepotkan dia lebih suka mandiri dengan kerja kerasnya
"Kau ingin lagi?" Seorang bartender bertanya
Adam mengangguk dalam diamnya, dia sebenarnya bukan tipe orang yang banyak bicara tapi kalo sampai itu terjadi berarti dunia akan berada dalam genggamannya
Bartender itu kembali memberikan sebotol lagi botol whisky nya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kau ingin campuran?"
Adam tidak suka minuman favoritnya berubah rasa, lebih pas dilidahnya kalo memang itu dominan pahit
"Aku seperti berbicara pada batu" ketus si bartender
"Bagaimana kabar Aunt Carla dan Uncle Josh?"
Adam hanya mengangkat bahu acuh
"Ya Tuhan, bahkan orangtuamu sendiri kau tidak tau?" Suara si bartender mulai melengking. Kalo bisa dia ingin menghantam kepala Adam dengan botol whisky kosong itu, lupa ingatan tidak apa yang penting dia sedikit waras
"Lebih baik kau meniduri jalang daripada disini"
"Diamlah Mike, sebelum kupecahkan kepalamu" ancam Adam pada Mike-keponakam dari paman si pemilik cafe sekaligus sahabat dan pemilik Bar atau club tersebut
"Kau pikir aku takut?" Ucapnya santai , ditangannya terdapat segelas koktail
"Dasar jalang sialan" gerutu seseorang
"Kau juga kenapa?" Tanya Mike
Liam mengibas-ngibaskan kemeja yang basah dibagian dada, seorang jalang menyiramnya dengan segelas beer"Aku hanya bermain-main" Mike melayangkan tatapan bertanya