Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ditanganya terdapat gelas berisi cairan berwarna keemasan. Didepannya terdapat dua botol kosong yang telah terbengkalai, hal itu juga belum membuat dirinya merasa mabuk
Hanya sedikit kembung yang dia rasakan
Ditenggaknya kembali cairan itu hingga tandas, tenggorokannya panas tapi apa pedulinya? hanya kernyitan dahinya yang menandakan kalo itu terasa sedikit menganggu aktifitasnya. Dia mendesah setelah merasakan sedikit euforia tersebut
Night club ini adalah salah satu club ternama di NyC dan itu milik sahabat kecilnya. 10 persen saham di club ini pun adalah miliknya, seperti yang biasa diucapkan bahwa apa yang Adam inginkan akan dia dapatkan
Mulai sejak sekolah menengah Adam senang menenggelamkan dirinya dalam dunia trading--dunia yang sangat menghasilkan uang dengan sangat mudah jika benar dalam menginvestasikannya
Investasi yang pertama kali ia lakukan adalah cafe kecil milik paman Jason-seorang pria yang sudah lansia sekarang-dan karena cafe itu tak lagi beroperasi maka cafe itu jatuh ke tangan Adam dan paman Mike pun kembali ke kampung halamannya untuk mengurus ternak dombanya
Betapa bahagianya Adam waktu itu, perasaanya membuncah dia memiliki keyakinan yang teguh jika suatu saat nanti dia akan mendirikan sebuah perusahaan yang sangat besar dan itu tercapai sekarang
Walaupun orangtuanya Kaya raya, Adam tak suka usahanya berada dibawah tangan ayahnya
"Kau ingin lagi?" Seorang bartender bertanya
Adam mengangguk dalam diamnya, menyorongkan kembali gelas kosongnya. Sebenarnya Adam bukanlah tipe orang yang banyak bicara. Dia hanya akan turun tangan jika memang baginya hal itu perlu, jika baginya tidak perlu dia bisa langsung memerintah Mark atau Liam
Bartender itu kembali memberikan sebotol lagi botol whisky nya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kau ingin campuran?"
Adam menggeleng, dia tidak suka rasa pahit dan panas dari alkohol bercampur rasa, Adam lebih suka menikmati rasa aslinya
"Aku seperti berbicara pada batu" ketus si bartender "bagaimana kabar Aunt Carla dan Uncle Josh?"