She knows

27.4K 484 1
                                        

"Ayolah Bella, tolong aku" rengek seorang gadis pada gadis lainnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ayolah Bella, tolong aku" rengek seorang gadis pada gadis lainnya. Dia menggelantung di lengan dengan wajah memelas

"Kenapa harus aku?" Tanya Arabella lelah. Semua orang dikantor ini yang ingin mengantar laporan kepada bos mereka harus melewati dirinya--bukan, bukan harus seizin Arabella tapi untuk meminta tolong kepadanya agar memberikan laporan itu

"Semua orang tau kau pawangnya Bel" jawab Lina dengan tampang melasnya

"Kau pikir dia harimau?"

"Kita tahu dia lebih dari itu"

Mereka berdua mengikik geli pasalnya Adam--bos mereka adalah orang yang memiliki temperamental yang sangat buruk. Sifat perfeksionis dalam dirinya begitu kental, dia bahkan tidak sudi menoleh jika dia melihat sesuatu yang menjijikkan baginya.

Dan Adam tidak punya hati nurani untuk menghukum berat orang yang berani menentangnya siapapun itu. Bahkan dua hari yang lalu dia memecat seorang office girl yang sedang menatapnya penuh damba. Adam benci tatapan menjijikkan itu dan saat itu juga gadis itu dipecat, dia paling tidak suka kepada perempuan yang terlalu mendamba kepadanya kecuali mendesah ditempat tidur

Sangat benar sekali jika orang mengatakan bahwa Adam mempunyai sifat buruk dengan nafsu binatang yang tinggi, dia hanya akan membutuhkan wanita itu memuaskan ereksinya saja selebihnya jangan harap meminta lebih padanya

"Ya ya ya kau kan teman baikku" Lina mengerjapkan matanya beberapa kali meminta Arabella membantunya

"Dalam keadaan seperti ini kau mengaku temanku, saat aku susah kau dimana?" Jawabnya mendengus

"Aku selalu ada Bella, kau yang tak memerlukan aku"

"Kau benar, aku tidak suka merepotkan orang" Arabella mengangguk lalu mengulurkan tangannya "sini laporanmu"

Mata Lina berbinar dengan perasaan senang dia mengecup pipi temannya gemas "kau yang terbaik Bel" ucapnya melenggang pergi

"Astaga apakah hidupku hanya tercipta untuk dibentak dan dikasari orang?" Gumamnya

Dia berjalan menuju pintu kayu berwarna coklat gelap, didalam ruangan itu terdapat seseorang makhluk yang berupa induk dari Induk dari induk seekor singa yang pemarah dan ganas. Sebentar Arabella menghela nafasnya pelan

Tok tok tok

Tak ada jawaban suara seorang yang bernafas pun tak ada

Tok tok

"Masuk" suara bariton itu bergema didalam telinganya, bulu kuduknya meremang seketika sudah berjalan 5 bulan dia bekerja menjadi sekretaris seorang Adam Martinez.

Jemari lentiknya membuka pintu itu dengan pelan. Senyum indah menghiasi wajah cantiknya lebih tepatnya senyum profesional

"Saya membawa laporan anda tuan" ujarnya dengan suara yang lembut

He is Crazy CEO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang