Hate me

7.4K 196 7
                                        

*****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*****

Apakah kita bisa memaksakan diri untuk menyukai orang lain disaat dirinya memang tidak pernah merasa begitu? Sangat susah mungkin. Karena setiap orang memiliki persepsi masing-masing. Itulah yang dirasakan Arabella kepada gadis yang berada dihadapannya. Sebenarnya dia tidak ingin merasakan baik-baik saja pada Griselle tapi hatinya bergejolak saat melihat gadis itu. Apa mungkin itu hanya prasangka buruknya saja. Arabella harus segera menghentikan itu.

Lagipula itu sudah berlalu lama dan Adam memilikinya--hanya dalam artian tidur bersama bukan hal yang bersangkutan pada hal yang sensitif--bahkan sampai sekarang Arabella tidak pernah mendengar Adam mengungkapkan perasaannya. Arabella tidak ingin hidup didalam keraguan.

"Sepertinya kita seumuran" Grisselle kembali membuka suara. Dia menggoyangkan gelas Wine ditangannya.

Arabella dapat melihat dengan jelas senyum tulus atau mungkin senyum yang dipaksa untuk tulus yang tercetak dibibir cantik itu. Wajah yang sangat cantik. Wajah khas gadis Eropa.

"Sepertinya begitu"

"Kau ingin minum?" Tawar Griselle lembut. Menyodorkan gelasnya padanya. Arabella menggeleng perlahan.

"Tidak, terimakasih"

"Sebaiknya kalian mengakrabkan diri, aku akan kekamar untuk beristirahat" Adam beranjak dari tempat duduknya dan pergi kedalam kamar meninggalkan kedua wanita itu dengan saling pandang. Griselle menatapnya dengan alis terangkat. Memiringkan kepalanya sedikit seakan memberikan Arabella penilaian.

"Jangan melihatku seperti itu, kita bukan musuh" dia tersenyum miring.

Benarkah?

Astaga Arabella sudahlah!

"Aku tidak bermaksud begitu" Arabella sedikit menundukkan kepalanya malu. Dia tidak bermaksud menatap intens hanya penasaran.

"Lupakanlah" Griselle mengibaskan telapak tangannya "sudah berapa lama kau berpacaran dengan kakakku?"

"Kami tidak berpacaran, kurasa" lirihnya. Hampir terdengar seperti bisikan.

Griselle mengangguk-anggukkan kepalanya paham "Kalau begitu, berapa lama kau kenal dia?"

"

Mungkin 6-7 bulan" Sepertinya itu jawaban yang tepat, karena itu usia yang benar saat pertama kali mengenal untuk bekerja pada pria itu.

"Aku lebih lama"

"Huh?"

"Kami bersaudara sangat lama, you know?"

Itu...terdengar sedikit masuk akal

"Aku sangat senang bahwa aku akan segera memiliki Kakak ipar, tapi aku juga tidak senang jika kakakku membagi cintanya pada orang lain" ucap Grisselle setelah menyesap minuman miliknya. Terdapat nada penuh sindiran dalam ucapannya.

He is Crazy CEO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang