Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bugh
Adam melayangkan tinjunya dengan sangat keras. Amarahnya sudah mencapai ubun-ubun. Lengan kemejanya tersingkap sampai siku. Adam bukanlah manusia yang mempunyai otak dangkal, dia sangat cerdas dan peka terhadap beberapa situasi. Dia bahkan bisa menebak mana yang memang ingin bekrja untuknya dan mana yang akan mengkhianatinya
Mengingat tentang pengkhianatan. Adam Adam memerah bagai iblis yang siap mencabut nyawa siapapun yang berada dihadapannya
"Ampun tuan ampuni aku" mohon seorang pria paruh baya, dia bersujud dikaki Adam, bahkan bibirnya seakan hendak mencium kaki Adam dengan T tubuhnya sudah, bahkan siapapun bisa mencium bau anyir didalam ruangan itu, darah segar tidak berhenti mengalir dari kepala dan bibir pria paruh baya tersebut
Adam kembali menendang kepala pria itu dan menginjaknya "Aku bukanlah orang yang bisa memberi ampun!" Desisisnya tajam
"Aku minta maaf tuan, aku mohon sekali ini saja ampuni aku" tangisnya pilu
Didalam ruangan gelap ini tidak ada yang bisa menolongnya bahkan Tuhan pun enggan menolongnya. Dia sudah tau kalo ajalnya ada ditangan Adam Martinez seorang pria kejam yang memiliki pengaruh kuat di Newyork.
Adam tidak pernah menyembunyikan sifat bengis yang dia miliki didepan semua orang bahkan didepan kolega bisnisnya, jika bagi Adam hal itu adalah A berarti semua harus menjadi A
Dan jika hal yang seharusnya tidak sesuai dengan keinginannya, Adam akan melakukan semua cada kotor yang dia punya. Seperti saat ini, dikakinya terbaring lemah seorang pria paruh baya yang seminggu lalu Adam perintahkan untuk mengimpor batu bara miliknya, namun tak disangka Adam mendapat laporan ternyata pria ini menyelinapkan sedikit banyaknya 1ton batu bara yang selama ini pria itu kumpulkan dari 5 bulan yang lalu.
Adam menggeram marah dan memerintahkan Mark saat itu juga untuk mencari pria ini. Adam tidak suka dengan hal yang membuat dirinya begitu rugi
"Carlos Malfin" eja Adam dengan nada datarnya "kau bahkan tidak memberi anak dan istrimu kata-kata terakhir"
Pria itu menggeleng kuat disela tenaganya yang semakin melemah "Ti-tidak tuan kumohon, jangan sakiti keluargaku, kau boleh membunuhku tapi jangan bunuh keluargaku"
"Benarkah?"
Pria itu menggeleng lemah dengan sisa tenaga, bahkan bernafas pun dia sangat sulit
krekk
Adam menginjak lehernya sampai patah. Sangat menyebalkan sekali mendengar setiap orang yang dia bunuh memohon ampunan bahkan mereka sendiri tau bahwa itu tidak mungkin Adam berikan, lagipula mayat itu tadi sudah meminta Adam untuk segera mengakhiri hidupnya
"Urus itu Mark" perintah Adam datar, dia membersihkan telapak tangannya dari darah kotor pria itu yang menyiprat dosekitar tangan dan lengan baju yang dia pakai. Adam sangat benci mencium darah bajingan itu mengenai dirinya