Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Amarah yang memuncak

286 8 11
                                        

*****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*****

Adam menatap tumpukkan berkas itu dengan tajam. Hanya matanya yang dapat bereaksi terhadap hal itu, lidahnya terasa kelu. Tidak ada satupun kata yang terucap dari bibirnya. Kemudian, matanya naik menatap mata Liam yang kini seakan hendak membunuhnya dengan tatapan pria itu.

Liam berkacak pinggang. Sebenarnya, dia sudah muak dengan Adam. Dengan segala keputusan yang telah pria itu buat. Keputusan yang sangat mengancam.

"Kau lihat itu?" Liam mengedikkan dagunya pada tumpukan berkas yang semula dia lemparkan di meja Adam "atau kau masih buta?"

"Aku akan menyelesaikannya " ucapnya pelan. Namun, dapat Liam saksikan bahwa kini Adam tengah mengatupkan rahangnya.

"Tidak!" Liam menggelengkan kepalanya "bukan itu jawaban yang kuinginkan, melainkan tanggung jawabmu atas semua kecerobohan yang kau buat"

Adam yang mendengar itu menjadi begitu kesal. Dia menukik dalam alisnya "Aku tau apa yang aku lakukan, jangan mengaturku!"

"Tidak bodoh!" Balas Liam membentak "30% saham di canada telah dimiliki oleh Hills company, yang artinya kau sudah membiarkan Diego bertindak sejauh ini. Apa kau masih begitu naif tentang semua ini, Adam?"

Adam tidak menjawab. Dia berjalan menuju meja dan merampas berkas tersebut. Membolak-balikan kertas itu kemudian kembali menatap Liam "Kau masih memiliki 15% dan aku masih memiliki 45%, kita masih unggul, apa yang kau takutkan? anggap saja dia investor utama perusahaan itu" ucapnya tenang.

Mendengar hal itu membuat Liam tak segan meremas rambutnya, frustasi "Kau memang tolol, entah apa yang merasukimu hingga kau tidak berfikir dampak apa yang akan Diego timbulkan setelah ini"

Adam kembali melempar berkas itu ke meja, mendudukkan dirinya pada sofa terdekat dan mulai menyalakan cerutu yang sempat dia ambil diatas meja. Menghembuskan perlahan asap cerutu tersebut hingga membuat Liam mendengus kesal.

"Tingkahmu yang begitu santai seakan membiarkan perusahaan kita jatuh ke tangan Diego"

"Tenanglah, aku memiliki rencana terhadapnya" ucap Adam tenang.

Liam menatapnya, masih dengan kecurigaan penuh terhadap Adam "Benarkah? apakah semacam rencana bodoh yamg membuatmu terjerumus?" ucap liam dengan nada mengejek.

Adam mendengus "Kalau begitu kau saja yang selesaikan" ucapnya tidak suka.

"Kau yang memberi peluang padanya, aku yang terkena getahnya"

"Maka diamlah, biarkan aku yang menyelesaikannya"

Liam akhirnya pasrah, tidak ingin kembali berdebat. Sebenarnya Liam lebih khawatir atas Adam daripada perusahaan itu sendiri, mengingat siapa Diego dan masalalu pria itu. Liam tidak ingin sesuatu terjadi pada Adam.

Tapi ternyata pria kolot ini memang begitu naif. Liam merogoh saku jasnya dan melemparkan beberapa lembar foto pada meja, membuat Adam yang tengah menghisap cerutu memandang bingung ke arah dirinya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 09, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

He is Crazy CEO Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang