Sahabat

158 5 2
                                        

21+Kasih pemanis duls gasii? wkwk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

21+
Kasih pemanis duls gasii? wkwk

*****

HAI SEMUANYA!!!

AKHIRNYA SETELAH 4 TAHUN AKU KEMBALI LAGI HUHU

MUNGKIN SUDAH GAK ADA LAGI YANG NUNGGUIN CERITA GANTUNG INI.
TAPI AKU TETAP MEMUTUSKAN UNTUK MELANJUTKAN CERITA INI

MUNGKIN KALIAN TELAH LUPA PADA ALUR CERITA INI.

TAPI, KALIAN MUNGKIN BISA MEMBACA ULANG CERITA INI AGAR TIDAK MERASA CANGGUNG HUHU 😭😭

AKU MINTA MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA KARENA SUDAH HIATUS YANG SANGAT LAMA.

MOHON DIMAAFKAN

HEHE

*****

Adam menyentuh kening Arabella dengan kerutan di keningnya sendiri "Kau masih tidak enak badan?"

Sebenarnya Arabella hendak mengangguk namun mendapati gairah dimata Adam. Perasaannya jadi tidak enak, segan rasanya menolak. Arabella menggeleng dan tersenyum lembut. Telunjuk jentiknya menyentuh lembut pada bibir Adam yang tebal dan selalu memuaskan. Arabella meneguk liurnya.

Bagaimana bisa pria kolot ini tampak begitu tampan dan seksi dalam waktu yang bersamaan. Sungguh memukau. Arabella tidak bisa memungkiri bahwa dia sangat merindukan pria ini menyentuh dirinya.

Rasa inginnya yang begitu besar terbayar saat Adam mengecup lembut dirinya. Sangat lembut. Seakan sangat takut menyentuh sisi rapuh dari Arabella.

Bahkan Arabella sampai terlena olehnya. Dia semakin merasa bahwa tidak ada siapapun yang bisa memisahkan mereka. Ditambah rasa posesif Arabella yang menggila. Entah kenapa dia mulai tidak menyukai orang-orang akan memandang tubuh pria ini dengan pandangan memuja. Adam miliknya.

Tangan Adam yang lebar dan kasar mengelus paha dalamnya, lidahnya yang hangat menjilat setiap titik sensitif yang berada di dadanya. Bagaimana Arabella bisa berfikir bahwa mereka akan berpisah sedangkan perlakuan Adam sangat lembut dan memabukkan. Pikiran bodoh macam apa itu, dasar wanita ular.

Satu persatu kancing piyama Arabella terlepas, menampakkan dada putihnya yang semakin montok. Kepala Adam tenggelam dalam dua buah gunung kembarnya, putingnya yang mengeras pun menjadi sasaran empuk Adam untuk menyedotnya bak bayi koala.

He is Crazy CEO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang