Club

14.6K 280 5
                                        

"Sudahlah, lupakan saja" Lina mengelus-elus punggung Arabella, memberikan rasa tenang walau sedikit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Sudahlah, lupakan saja" Lina mengelus-elus punggung Arabella, memberikan rasa tenang walau sedikit

"Dia memang bukan manusia" lirihnya teredam. Dia menelungkupkan tangannya di atas meja "mana ada manusia sekejam makhluk itu"

Arabella benar-benar lelah. Hari ini dia habis-habisan dikerjai oleh Adam, setelah beberapa jam pria itu kembali dari pertemuan pentingnya Arabella dengan cepat membawakan segelas kopi hitam pekat yang pria itu inginkan. Lalu dia kembali meminta Arabella untuk membeli sebuah toast dan Arabella mengiyakan

Beberapa waktu berlalu saat makanannya datang Adam pun berkata jika dia sudah tidak berselera--apakah masuk akal

Adam kembali memerintahkannya Arabella untuk membawakannya sebuah makanan jepang yaitu sushi yang restoran tersebut untungnya tidak terlalu jauh dari kantor. Arabella sedikit bersyukur akan hal itu--hanya itu. Karena setelahnya Adam kembali menolak memakannya dan mengatakan bahwa sushi  itu sudah tidak fresh

Arabella mengutuk laki-laki itu dengan segala permintaanya

"Aku tidak habis pikir kenapa ada pria seperti dia" sungutnya tidak terima. Wajahnya memerah, seakan amarah dan kekesalah telah menjadi satu

"Tapi dia tampan" puji Lina, matanya berbinar

"Kau berkata seakan kau tidak dipihakku!" Arabella mendengus dalam telungkupannya

"Maafkan aku" Lina terkikik geli namun  kembali dia mengelus punggung Arabella "sepertinya malam ini aku ingin pergi ke klub, mau ikut?"

Arabella menegakkan tubuhnya. Dia memberikan Lina tatapan tajam "Itu tempat yang menjijikan"

"Hei kau tidak boleh berkata seperti itu" Lina tidak terima "kita hanya akan duduk di bar dan mendengarkan DJ itu saja" Lina mengedikkan bahunya santai

Sebenarnya dia memang butuh hiburan. Sesuatu yang merangsang otak dan agar pikirannya bisa sedikit jernih

Namun, apakah harus ditempat seperti itu dia harus memberikan rangsangan terhadap otaknya agar tidak stress berlarut

Arabella menggigit bibir bawahnya dibagian dalam, dia bahkan tidak pernah menginjakkan kakinya ditempat seperti itu, bahkan sedikit niat pun tidak ada

"Tapi aku takut" Arabella bahkan dapat mendengar apa yang dia ucapkan sangat lirih

"Takut apa? Aku akan selalu ada bersamamu" Lina meyakinkan "aku akan menempel padamu Bel"

Baiklah kalau begitu, mungkin Arabella akan mencoba hal ini, hal lumrah yang terjadi disini. Dia bahkan sudah dewasa dan sudah bisa menentukan jalan hidupnya. Mungkin sedikit mendengar berbagai musik EDM yang bergemuruh itu akan meruntuhkan kekesalan hatiny

Arabella menghela nafasnya baru kali ini dia memilih jejak sesat yang sering dilakukan Lina untuk me-refresh pikirannya

Arabella mengangguk, setelah beberapa kali meyakinkan diri akhirnya dia memilih untuk pergi ke sebuah night club untuk pertama kalinya

He is Crazy CEO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang