Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*****
Tubuh Arabella terpental dengan keras diatas kasur. Matanya menatap geram pada orang yang melakukan hal itu padanya. Siapa lagi jika bukan Adam. Entah setan apa yang merasuki pria itu hingga bisa semarah itu, matanya memerah dan Arabella yakin jika Adam tidak menahannya sedikit saja, bola mata pria itu akan keluar.
Sejak Adam dan pelacur itu keluar dari kantor, pria itu tidak kembali lagi setelahnya. Padahal sebelumnya Arabella telah mengingatkan pria itu bahwa mereka akan menghadiri rapat resmi bersama perusahaan tambang, Adam mengiyakan.
Lalu ternyata pria itu tidak kembali lagi. Yang Arabella dapatkan adalah kabar dari Mark jika rapat mereka telah selesai. Tentu saja Arabella kesal, walau bagaimanapun perasaan Arabella padanya, dia tetaplah sekretarisnya.
"Jauhi pria itu!" desis Adam penuh amarah.
What?
"Pria? Pria yang mana?" Teriak Arabella frustasi. Bahkan Arabella sendiri bingung saat memikirkan siapa pria yang akan dia jauhi. Dan pria itu selalu tetap pada sikap otoriternya! tidak punya hubungan apapun tapi mengatur hidupnya.
"Berapa banyak pria yang kau dekati?" Desis Adam tajam. Matanya hampir keluar saat dia berbicara "sampai kau bisa berkata seperti itu"
Tenanglah Arabella! Orang waras harus lebih memiliki kesabaran
"Liam seorang pria, kau juga pria jadi aku harus menjauhi yang mana?" Jawab Arabella dengan tenang. Karena meladeni orang yang bertemperamen buruk kita harus sedikit lebih waras jika tidak Arabella akan ikut gila.
"Kau tahu apa yang kumaksud!"
"Tidak, aku tidak tau"
Adam mengusap wajahnya kasar. Melemparkan jasnya begitu kasar kesembarang arah. Gadis ini memang tidak ada habis-habisnya untuk menguji kesabaran Adam.
"Aku tidak main-main Arabella, jauhi pria itu! Dia bukan pria yang baik, dia pria berbahaya!"
Arabella terdiam. Dari semua yang pria itu ucapkan tentu jelas menggambarkan tentang dirinya sendiri. Apakah Adam tidak sadar akan tingkah dan perilakunya selama ini pada Arabella, haruskah Arabella yang menjelaskan pada Adam.
Namun Arabella yang masih mempunyai sedikit kewarasan kini menyerap semua ucapan Adam barusan tentang pria yang dimaksud. Pria itu--Regan? Betulkan. Dan kenapa pula pria manis itu berbahaya. Dimana letak berbahayanya.
"Lalu kenapa jika aku dekat dengannya"
Adam kembali melemparkan tatapan membunuhnya, wanitanya ini ternyata tidak pernah paham apa yang dia ucapkan. Apakah wanita ini sengaja memancing amarah Adam.