Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*****
Arabella menggigiti kukunya. Sesekali memegang dadanya yang berdegup sangat kencang, kekhawatiran timbul dan pikiran buruk segera mentergapnya. Bagaimana kalau hasil akan berbanding terbalik dari keinginannya. Selama ini dia hidup hanya ingin menggapai cita-cita dan bahagianya sendiri
Dia memegang benda itu. Sebuah test pack . Dia harus meyakinkan dirinya. Tarik nafas--keluar. Tarik nafas--keluar. Lalu segera memasuki kamar mandi dengan jantung berdebar
Sejenak dia membaca ulang keterangan yang menjelaskan cara memakai benda tersebut
Dicelup dan tunggu selama kurang lebih 15 menit Baiklah, apapun hasilnya dia akan menerima dengan lapang dada
Setelah menunggu kisar waktu yang ditentukan, kemudian dia keluar membawa benda itu dan mengibas-ngibaskannya ke udara.
Eh?
Apakah Arabella tidak salah lihat atau alat itu bermasalah. Benarkah hanya garis satu? bukankah seharusnya garis itu ada dua? seingat Arabella saat bersetubuh dengan Adam, pria itu selalu menembak sperma langsung pada rahimnya
Apakah ada yang salah dengan alat itu atau cara menggunakannya? Sepertinya memang alatnya yang rusak. Kembali dia memasuki kamar mandi dan mengulanginya
Arabella lelah. Sudah dua belas kali dia bolak-balik kamar mandi bahkan hasilnya tetap sama. Garis satu
Eh bukankah ini hal yang bagus, tidak ada anak yang akan menderita dan menanggung malu akibat tidak mempunyai ayah yang bertanggung jawab. Seharusnya Arabella merasa senang dan lega bukan merenung dan merasa hampa
Sepertinya mengenal Adam memang bukanlah hal yang baik. Saat ini saja dia sudah mulai gila dengan pikirannya ingin memiliki anak. Pikiran gila macam apa ini, apakah Arabella memang ingin memiliki anak? bahkan dirinya sendiri pun tidak memiliki suami
Tok tok tok
Ketukan dipintu membuyarkan lamunan Arabella. Siapa yang bertamu malam buta seperti ini? Tidak mungkin orang isengkan?
Arabella bergegas membuka pintu dan menemukan senyuman hangat seorang pria
"Apakah kau sudah ingin tidur?" Kening pria itu berkerut saat melihat piyama panjang yang dikenakan Arabella
"Tidak, aku hanya menikmati secangkir chamomile tea" tidak bohong juga--itu aktivitas yang dia lakukan sebelum masuk kamar mandi
Regan kembali tersenyum
"Kalau begitu ayo ikut aku?" Regan menarik lembut tangan Arabella