Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*****
Tin tin
Adam memukul setirnya dengan kuat. Amarahnya kian memuncak. Sudah berapa kali dia mengumpat sejak mendapat pesan singkat itu. Mungkinkah saat ini alam tidak berpihak padanya.
Jalanan sangat macet didepan sana--akibat seorang pengendara mobil sedan putih menabrak pengendara lain. Sial?
Dalam keadaan seperti ini Adam hanya menginginkan bahwa ada sedikit keajaiban agar dia bisa berada langsung dikandang iblis. Agar meminta iblis mengabulkan permintaannya. Jika memang bisa pun Adam akan melakukannya.
Bahkan saat ini telah puluhan kali Adam mendial nomor Arabella bahkan mengirimkan beberapa pesan namun tidak ada satu tanggapan sama sekali! Ini keadaan yang sangat dibenci Adam karena dia merasa seolah tidak berguna!
Jika terjadi hal tidak diinginkan pada wanita itu Adam tidak akan memberikan ampunan pada pria yang telak menculik Arabella, Miliknya.
Adam kembali mengeluarkan ponselnya, mencoba mencari nomor seseorang yang akan dia hubungi.
"Hallo?"
"Kau dimana Mark?"
"Eum apakah anda lupa?"
"Apa?!"
"Saya sedang berada di los angeles"
"Untuk apa brengsek!"
"Anda menyuruh saya--"
Tuuuutt
"Mark sialan!" Adam mengamuk. Dadanya kini naik turun, bahkan tidak henti-hentinya dia memukul setirnya sampai membuat tanganya memerah
Dia bahkan sampai lupa keberadaan Mark, padahal dua hari yang lalu dia sendiri yang menyuruh Mark untuk melakukan sesuatu di los angeles dan pria itu akan kembali besok. Perasaan kalang kabut dan otak kosong seperti ini membuatnya tidak bisa berfikir jernih
Adam kembali menghubungi seseorang diseberang sana.
"Mike"
"Apa?!" Suara Mike masih terdengar kesal.
"Lacak keberadaan Arabella"
"Memangnya kenap-"
"Jangan banyak tanya Mike, lakukan saja perintahku!" Terdengar gerutuan Mike beserta anak cicitnya sebelum mendesa.h