Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Arabella merampas heels-nya dibelakang pintu lalu bergegas pergi. Walaupun termasuk apartmen murah tetapi pintunya dilengkapi dengan fitur finger print
25menit lagi dia akan telat, pasalnya alarm dikamar sudah tidak berfungsi. Alarm tua yang dia pelihara saat masih kuliah, dia harus segera menggantinya
Arabella mengumpat dalam hati, tadi pagi ada 3 panggilan tak terjawab dari Adam dan itu menandakan dunia sedang tidak baik-baik saja
Tidak pernah Adam menelponnya sepagi itu kalau tidak ada urusan penting! Matilah kau Arabella umpatnya
Hampir lima menit dia berada di halte bus dan tak ada satu pun bus yang lewat, sepertinya Dewi Fortuna tidak memihaknya hari ini. Habislah dia! Siap-siap saja mendengar amukan Adam
Arabella mengeluarkan ponselnya menelpon siapapun orang yang bisa dia mintai tolong. Tapi tak ada satupun yang mengangkat bahkan Lina pun tidak bisa diharapkan saat ini, Arabella tidak bisa menyalahkan siapapun dia hanya merutuki kebodohannya sendiri
Seharusnya alarm tua itu telah dia ganti minggu lalu dan melemparkannya saja ke tempat sampah tapi dia selalu lupa akan hal penting seperti ini, hanya dengusan kesal yang keluar saat ini
Arabella menggigit bibir bawah bagian dalamnya, jantungnya terasa ingin jatuh, bahkan hendak menghubungi grabcar pun sudah tidak mungkin, dia akan tetap terlamnat. Arabella pasrah dia ingin pulang saja dan akan beralasan sakit kepada Adam
Tin tin
Segera kepala Arabella menoleh ke arah asal suara klakson itu berbunyi dan mendapati senyum merekah si supir yang tampan dengan mobil sedannya yang berkilap
"Kenapa berjalan kaki?" Tanya orang itu yang ternyata adalah Regan, menatap Arabella heran
"Aku ingin berangkat kerja tapi 15 menit lagi aku akan telat jadi ya percuma saja" Arabella tersenyum lemah
"Kenapa kau tidak bilang? Masuklah aku akan mengantarmu"
"Apakah tidak merepotkan?" Matanya berbinar senang
"Tentu saja tidak, ayo cepat nanti kau semakin terlambat"
Arabella mengangguk lalu memutari mobil dan duduk dengan tidak sabaran dikursi penumpang. Kalau saja bisa terbang Arabella akan melakukan itu, daripada telinganya sakit akibat suara Adam yang menggema
Biarlah untuk saat ini Arabella memutus sedikit urat malunya dengan menumpang mobil tetangga baru yang bahkan baru dia kenal sehari kemaren yang penting dewi Fortuna masih memberinya kebajikan
"Apakah benar tidak apa-apa?" Arabella memastikan, dia tak ingin merepotkan
Regan memiringkan kepalanya dan tersenyum "Tidak apa, lagipula kita se arah, aku akan pergi ke minimarket untuk membeli perlengkapan dapurku"