Black forest

12.1K 291 6
                                        

*****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*****

Lina mengelilingi ruangannya dengan sebal, sedari tadi dia menghubungi Arabella tapi tidak sekalipun gadis itu mengangkat telponnya. Tidak biasanya temannya itu seperti ini--dikarenakan Arabella adalah orang yang fast respons. Apa mungkin terjadi hal buruk terhadap
gadis itu. Tidak! itu adalah pemikiran yang berlebihan

Saat ini Lina sangat membutuhkan gadis itu. Dia ingin berbagi gosip--ya walaupun tidak terlalu penting tapi ini seru dan lumayan menegangkan. Hanya Arabella yang ia percaya bisa menjaga mulut. Tapi saat ini gadis itu sedang hilang dimana dia harus mencarinya?

Beberapa jam yang lalu dia mendapat kabar jika Arabella telah ikut serta dalam rapat bersama Adam dan Liam diluar kantor namun hingga saat ini gadis itu tak kunjuk menampakkan batang hidungnya dikantor ini, atau mungkin Lina yang tidak melihatnya

Apakah Arabella bersembunyi didalam got? Dia kan curut kecil yang menggemaskan. Haruskah Lina bertanya kepada Adam? Tidak-tidak! itu tindakan yang akan membuat Lina akan--mungkin kehilangan pekerjaan. Dia menggelengkan kepalanya merasa konyol


tentu saja itu adalah perbuatan yang amat sangat konyol, untuk apa menyerahkan diri sendiri ke kandang macan hanya untuk mendapatkan curut menggemaskan?

Lina memutar otaknya siapa yang harus dia tanyai tentang keberadaan Arabella? Ah ada satu orang! Yaitu pria sialan yang selalu merebut waktu sahabatnya. Walaupun malas tapi Lina tetap melangkahkan kakinya

Langkahnya berhenti tepat dihadapan ruang yang yang berpalang 'HRD' ya hanya orang didalam sini yang sering menghubungi curut menggemaskannya tidak ada yang lain

"Masuk" sahut pria didalam saat Lina mengetuk pintunya berkali-kali

Tatapan mereka beradu--terutama Liam yang menatapnya heran "Wah wah wah, apa yang membuatmu kemari? sehingga aku dapat melihat tatapan tajam darimu" Liam mengedip-ngedipkan matanya

Lina memutar matanya malas "Dimana Arabella?"

"Maksudmu apa?" Alis Liam mengerut tak mengerti. Dia melepas berkas yang semua dia pegang

"Kau tau persis apa yang kutanyakan?" Lina berujar kesal, dia bersedekap "dimana Bella?" tanyanya kembali

"Kenapa kau bertanya padaku? Apakah aku ibunya?"

"Bukankah tadi dia bersamamu seharusnya kau tahu"

"Ah kau benar" Liam menyentuh dadanya penuh khidmat "dia selalu ada bersamaku"

"Sialan, aku serius" Lina sangat kesal sekali menghadapi makhluk ghoib ini. Dia mengacak pinggangnya

"Hei hei hei aku belum ada niatan untuk berhubungan serius, bagaimana kalau kita coba dengan tidur bersama" Liam mengerling. Dia suka sekali dengan wajah Lina yang memerah akibat kesal. Dia merasa menang melawan gadis Amazon ini

He is Crazy CEO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang