Ungkapan

11.7K 261 6
                                        

*****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*****

Seharusnya Arabella tidak usah merasa terkejut dengan hal seperti ini. Tapi ini beda, tidak seperti sebelum-sebelumnya yang dilakukan pria itu hanya untuk memanfaatkan kepuasan sex semata tapi kali ini berbeda, lebih berperasaan.

Tidak, Arabella tidak boleh terlena lebih jauh lagi, mungkin semalam itu dia hanya terbawa suasana makanya dia ikut agresif. Dia harus menguasai dirinya lagi.

Namun, tangan pria itu kini memeluknya erat dari belakang. Arabella menggeliat berusaha melepaskan tubuhnya namun pelukan itu semakin kuat.

"Mau kemana?" Tanya Adam serak. Matanya bahkan belum terbuka sempurna.

Astaga! Arabella bersumpah itu suara terseksi yang pernah ia dengar sebelumnya. Bahkan, saat ini saja telinganya telah memerah.

"Aku ingin ke kamar mandi" ucap Arabella setelah berhasil menetralisir suaranya sendiri.

Adam menyeringai. Dia memajukan kepalanya sedikit untuk mengulum telinga Arabella "Kau memberi ide yang sangat bagus" bisiknya sensual.

Dengan cepat dia menyibak selimut tebal mereka hingga membuat Arabella memekik terkejut. Menampakkan tubuh telanjang mereka yang lengket akibat cairan dan keringat mereka. Bahkan pengharum ruangan tidak tercium akibat aroma penyatuan mereka begitu mendominasi.

"A-apa--"

Adam mengangkat tubuh Arabella dan menggendongnya kekamar mandi. Lalu mendudukkan tubuh Arabella diatas wastafel "Kau bilang ingin mandi kan? Mari mandi bersama, biar aku bisa menghemat sedikit air"

Arabella mengerjap. Sepertinya pernafasannua yang sedang dihemat, karena sekarang dadanya sangat sesak. Arabella seakan mau pingsan saat Adam mengecup menyatukan ujung hidung mereka. Arabella seakan kehilangan arah jika Adam memperlakukannya seperti ini. Dimana Adam kolot dan otoriter itu.

"Kita akan pergi kerumah orangtuaku setelah pulang dari kantor, kita tidak bisa pergi sekarang karena rapat pagi ini sangat penting" ucap Adam lembut. Apakah pria gila ini kerasukan hantu atau kepalanya terbentur sesuatu yang begitu keras hingga dia bertingkah aneh. Sungguh aneh.

Rumah orangtua. Jadi yang Arabella tempati sekarang adalah rumah pribadi milik Adam. Pantas saja sangat sepi bagai tak berpenghuni. Namun, mengapa pria itu ingin membawanya kerumah orangtuanya.

"Untuk apa?"

"Untuk berkenalan dengan calon mertuamu" Adam mengerling, apakah dia sadar akan apa yang dia ucapkan sekarang. Apakah pria ini berkata seperti tiu agar dapat memanipulasi Arabella. Tapi walaupun begitu Arabella tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah.

He is Crazy CEO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang