Diego

10.1K 259 1
                                        


Cahaya matahari pagi sangat menyilaukan pagi ini? Apakah akan terjadi sesuatu yang menggembirakan hari ini sampai sang Surya pun tersenyum pada makhluk bumi? Terutama pada gadis yang sedang menggeliat malas diatas tempat tidur?

Arabella melenguh malas. Apakah kemaren malam dia lupa menutup gorden jendelanya? Sampai cahaya matahari bisa masuk ke kamarnya. Dia merentangkan kedua tangannya ditengah kasur, sedetik kemudian dia seperti menyadari sesuatu.

Tubuhnya menegak. Pandangan matanya menyusuri seluruh ruangan dengan mata yang nanar. Lalu pandangannya jatuh pada berbagai macam pakaian yang berhamburan dilantai. Jadi? semalam pria itu datang dan mereka kembali melakukan hal itu? Lalu kemana perginya dia? kemana pria itu.

Tawa sinisnya mewakili hatinya saat ini. Pria itu meninggalkannya lagi setelah datang dengan penuh amarah dan melampiaskan seks penuh keringat. Kenapa dirinya begitu lemah dan pasrah, menyerahkan dirinya begitu saja. Arabella memukul dan merutuk dirinya yang begitu bodoh

"Kau kenapa?"

Arabella terperanjat. Bukankah seharusnya dia berlari ke adah pria itu dan menampar atau bahkan membunuh saja sekalian pria didepannya ini, kenapa malah harus merasa lega? Mungkin Arabella tidak punya otak.

"Kenapa kau masih ada disini?" Suaranya terdengar sedikit sinis dan bergetar. Dia beringsut menarik ujung selimut menutupi tubuhnya.

"Kau ingin aku pergi?" Adam mengibaskan air dirambutnya. Ternyata pria itu baru selesai mandi. Dan wangi cologne nya menusuk kedalam hidung Arabella. Arabella sempat bertanya-tanya darimana pria itu mendapatkannya, seingat Arabella dia tidak punya wangi seperti ini.

"Iya"

"Tapi aku tidak akan pergi sendiri"

"Apa maksudnya?"

"Kuberi kau waktu sepuluh menit untuk berkemas dan kita akan pergi" ucapnya, dapat Arabella perhatikan ketika tangan berurat itu terulur memunguti pakaiannya berhamburan disegala arah. Apakah mereka melakukannya begitu ganas?

"Aku tidak mau, ini rumahku kalau kau ingin pergi, silakan. Aku tidak akan keluar!"

"Waktu terus berjalan Arabella" mata tajamnya kini menggelap penuh gairah saat menatap Arabella lalu turun ke arah dadanya setengah telanjang "kau sedang menggodaku?" Adam mengerang.

"Kau mesum!"

"Pria mesum ini yang membuatmu berteriak nikmat" Adam tersenyum miring penuh kemenangan terutama saat melihat semburat merah memenuhi wajah wanita itu.

Tidak ada yang salah dari ucapan pria tua mesum ini, Arabella mendesah dan berteriak penuh kenikmatan. Malam panjang yang mereka lalui tadi malam memang panas dan penuh keringat. Arabella harus mengakui hal itu.

"Apa kau ingin morning seks dulu baru mau pergi" Adam berjalan mendekat ke arah ranjang. Arabella beringsut, menutupi arah pandang Adam sebelumnya.

"Aku tidak mau keluar!"

"Aku tidak menyuruhmu memilih" Adam menatapnya datar "aku tidak memiliki banyak kesabaran Arabella"

"Kau ingin membawaku kemana?"

"Nanti kau akan tau!"

"Tidak! pasti kau akan menculikku?"

"Tidak ada untungnya menculikmu, kau bahkan tidak pintar diranjang" ucap Adam santai.

Sial! ada benarnya.

"Oke baiklah" Arabella menyerah saat Adam sudah mencapai ujung tempat tidur. Kenapa pria ini seperti lintah? Suka sekali menempel padanya, terbayang di otak Arabella bahwa pria itu menghisao habis darahnya.

He is Crazy CEO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang