SMS

7.1K 196 3
                                        

*****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*****

Mata Arabella tampak lelah. Dia tidak tidur hampir semalaman hanya memikirkan sesuatu yang sangat mengganggu dirinya. Dia turun dari kasur dan pergi kekamar mandi. Setidaknya mungkin dengan mengerjakan beberapa tumoukan pekerjaan atau bertemu dengan teman-temannya akan membuat dirinya sedikit relax.

Arabella menolak saat seorang supir ingin menawarkan diri agar bisa mengantarnya, tidak ingin saat ini dia merasa semua kemewahan yang diberikan saat sang empunya tidaka da dieumah. Arabella memutuskan naik transportasi umum saja. Sopir dan semua pelayan hanya bisa mengikuti apa yang diinginkan Arabella.

"Bolehkah aku duduk disebelahmu?"

Arabella bergeming. Entah kepada siapa orang itu berbicara.

"Nona!"

"Eh iya?" Arabella mengerjapkan matanya, sedikit memperbaiki gaya duduknya yang semula bersandar pada kaca jendela. Dia menoleh ke arah seorang wanita paruh baya yang menyapanya tadi. Terlihat cukup berumur.

"Bolehkah aku duduk disini?" tunjuknha pada kursi kosong di sebelah Arabella.

"Ah tentu, silakan"

Wanita itu segera meletakkan pantatnya dengan nafas lega. Mungkin dia telah menghabiskan pasokan udara yang dia hisap selama perjalanan. Arabella hanya melirik sdikit lalu kembali pada lamunanya. Tidak ingin membuka obrolan apapun padanya.

"Aku sudah tua" lirihnya. Arabella hanya terdiam tidak menanggapi "sudah waktunya tubuhku merasa cepat lelah"

Wanita itu menatap arabella. Matanya menyipit penuh penilaian "Kau sedang putus cinta, ya?"

Eh?

Arabella mengerjapkan matanya. Menegakkan tubuhnya lalu sedikit berdeham, dia menampilkan senyum kikuknya "Kau berbicara padaku?"

"Lalu aku berbicara pada siapa?" Wanita itu mendengus kesal. seakan sedari tadi Arabella tidak menyadari keberadaannya"kau seperti wanita yang putus cinta" dia kembali menghela nafas seolah benar-benar sedang kelelahan.

Arabella menatap wanita tua itu dengan bingung. Tentu saja apa yang dia ucapkan membuat Arabella sedikit tertarik dalam emosi yang sudah dia tahan. Seolah wanita menembaknya dengan yang menyakitkan atau sebuah fakta? Arabella menggelengkan kepalanya menepis apapun yang tengah dia pikirkan.

"Anda salah menilai saya" ucap Arabella. Mencoba sesopan mungkin.

"Aku tidak menilaimu, aku mengatakan apa yang tubuhmu ucapkan"

Apa-apaan! Apakah dia dukun? Atau apakah si wanita tua itu paranormal yang menghabiskan hidupnya dihutan untuk mengamalkan beberapa ilmu hitam yang salah satunya membaca pikiran orang?

"Tidak! Aku bukanlah seorang paranormal"

Arabella melotot. Keterkejutan ini bukanlah hasil kekaguman melainkan sebuah ketakutan. Arabella menjadi sedikit takut dengan kehadiran wanita ini. Arabella semakin menegakkan tubuh dan memaksakan tawanya kikuknya.

He is Crazy CEO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang