Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

gagal lagi

167 2 1
                                        

*****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*****

"Kau tidak bisa membiarkan hal ini berlarut" Keluh Liam yang kini tengah mondar-mandir diruang kerja Adam. Sesekali dia menyugar rambutnya ke belakang. Sakit sekali kepalanya menghadapi Adam yang kepala batu.

"Dia belum bertindak" hanya itu yang Adam ucapkan.

"Aku tau kau tidak bodoh untuk menunggu hal itu kan?" tanya Liam nampak tidak percaya dengan apa yang dia dengan dari pria itu "kita sudah mengetahui keberadaanya, kita hanya perlu menjebaknya, jika kita hanya terus diam, dia akan semakin menggila padamu"

"Jika kita bergerak sekarang hanya akan mendapatkan Diego, tidak dengan orang-orang yang berada dibelakangnya" ucap Adam tenang.

Liam menggaruk alisnya yang tidak gatal "Kita bisa memaksanya untuk berbicara, kita bisa sekap dan lakukan apapun untuk membuka paksa mulutnya"

Adam tersenyum sinis "Kau pikir dia akan semudah itu membuka mulut? dia mantan narapidana kelas berat, semua itu hal biasa baginya"

"Lalu apa rencanamu kali ini? aku tidak ingin mendengar ada yang dikorbankan lagi"

"Aku tidak akan melakukan hal itu" ucap Adam tajam.

Liam mendesah berat "Kau perlu mengingat satu hal Adam, kau telah membawa seorang wanita disini"

Adam menatapnya tajam "Maksudmu Arabella?"

"Siapa lagi yang sedang ku bicarakan?" liam menaikkan sebelah alisnya "jangan bilang kau tidak peduli padanya dan hanya mempermainkan dia?"

Adam menatap kosong kedepan. Tampak tidak terpengaruh dengan situasi ini "Kau terlalu berlebihan"

"Aku berbicara sebagai sahabatmu, Adam" Liam menatapnya prihatin "dia gadis yang baik, jika kau hanya berencana menjadikan dia sebagai pemuas nafsumu, lepaskanlah sekarang, tidakkah kau melihat dia sebagai seorang wanita?"

Adam terdiam. Dia pun bingung. Entah apa yang berada didalam pikirannya kini. Dia belum tau perasaannya terhadap Arabella. Adam hanya tidak ingin terjadi sesuatu terhadap Arabella karena dia telah masuk dalam kehidupan Adam. Bisa dibilang ini adalah bentuk tanggung jawabnya karena telah memasukkan wanita itu kedalam lobang neraka kehidupan.

Namun, satu hal yang tidak bisa ditampik dari seorang Adam martinez. Dia sangat peduli tentang segala hal tentang Arabella, terutama saat mendengar ada pria lain yang berusaha mendekatinya. Adam berpendapat bahwa itu hanyalah perasaan semu yang muncul ketika dia menjadikan Arabella partner seksnya. Dia tidak ingin berbagi.

Adam kembali menatap Liam, menyelidiki penuh curiga pada pria itu "Terus terang saja, kau menyukai dia kan?"

"Sudah jelas kan?" Liam mengedikkan bahunya "tapi seleranya ternyata pria kolot sepertimu" ucap Liam dengan nada oenuh ejekan.

"Sialan"

"Maka dari itu, jika kau hanya bermain-main dengan Arabella, aku akan merebutnya darimu" Liam menunjuk batang hidung Adam.

He is Crazy CEO Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang