15. hutan

471 46 1
                                        

Starlia & nadia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Starlia & nadia

"Starlia jangan pernah hilang seperti tadi lagi" ucap nadia dengan nada khawatir karena starlia yang menghilang.

"tidak akan nad, maafkan aku, aku hanya ingin menyendiri" ucap starlia dengan nada bersalah.

Mereka pun pergi keperpustakaan untuk mencari buku bacaan. Tetapi saat akan saat keduanya berjalan tiba tiba bella datang dan menghadang keduanya.

"jalang kita bertemu lagi, teman teman bawa mereka berdua" ucap bella kepada dua temannya dan menyihir keduanya hingga pingsan.

"bell, kemana kita akan membawa mereka berdua? " tanya kedua teman bella
" bawa ke hutan, kita buang mereka kesana" ucap bella dengan senyum kemenangan dan menyiapkan rencana selanjutnya.

*

"bella bagaimana jika orang tau kalau kita membuang mereka berdua" ucap teman bella yang khawatir dengan rencana mereka

" tidak akan ada yang tau, aku sudah membersihkan bukti dengan sihirku. Ini semua pelajaran untuk si jalang ini yang mengalahkan ku".

Mereka pun meninggalkan bella dan nadia di dalam hutan dengan kedaan terikat di bawah pohon besar. Memang hutan ini tidak terlalu bahanya tetapi banyak pengikut raja kegelapan yang berkeliaran dalam hutan itu.

*

Starlia pov*

Aku merasakan pusing di kepala ku. Aku mengingat apa yang terjadi saat keperpustakaan bella dan teman temannya membuat kami pingsan dengan sihirnya.
Dan sekarang aku dan nadia yang masih pingsan mungkin berada dalam hutan.

"nad bangun lah"
Aku berusaha membangunkan nadia aku ingin menggunakan sihir tapi tangan ku terikat tali sihir, begitu pun dengan nadia

Setelah beberapa lama nadia pun sadar.
"euummmm.. Aaa.... Starlia kita dimana"
Tanya nadia dengan takut, wajar karena mungkin baginya ini baru pertama kali di dalam hutan. Berbeda dengan ku yang sudah biasa.
" kita di dalam hutan, sekarang kita harus mencari cara agar bisa melepaskan diri"
Aku pun berusaha melepaskan ini dengan sihir ku, dan ajaibnya ini mudah ku putuskan. Dan aku pun membatu nadia untuk melepaskan diri.

"ayo nad kita cari jalan keluar"

"baik lah starlia"
Ucap nadia yang terus menggenggam tangan ku. Aku tau dia pasti takut.

"nad kita harus hati hati, dulu kata ibu ku disini banyak penyihir kegelapan yang berkeliaran"

Memang benar aku selalu di larang untuk mendekati hutan saat tinggal bersama ibu. Katanya disini banyak penyihir yang mati gara gara penyihir kegelapan.

"krakkk"....

"siapa itu" aku pun waspada dengan melihat kondisi sekitar.

"apakah kalian tersesat cantik" ucap beberapa laki laki bertubuh besar mendekati kami.

"pergi,jangan ganggu kami,,kami tidak punya hal yang berharga"

Aku pun berusaha menyerangnya dengan sihir yang aku miliki tetapi mereka terlalu banyak dan kami tidak mungkin melawan dengan keadaan yang lelah seperti ini.

Wusshhhh
" kau ingin bermain main ternyata gadis kecil"
Mereka pun menyerang kami, aku tau itu kekuatan hitam melihat auranya.

Kami pun terpojok karena mereka menyerang dengan cukup kuat.
Nadia pun sudah hampir terjatuh dan tidak bisa melawan lagi.

"uhuukkhh,,,akhhhh." aku terbatuk mengeluarkan darah karena mereka menyerangku secara bersamaan.
Aku kira aku akan mati disini tetapi beberapa saat kemudian datang seseorang. Aku tidak tau siap dia tetapi dia mengalahkan semua pria itu sekaligus.

" terimakasih banyak tuan" ucap ku karena dia telah menyelamatkan kami

"kau tidak apa apa tuan putri, aku akan mengobatimu"
Ucap lelaki yang baru saja menolonf kami. Dia mengeluarkan sihir nya dan mengobati kami. Aku heran kenapa dia memanggilku tuan putri.mungkin dia salah orang.

"aku starlia bukan tuan putri" ucapku pada akhirnya dan tak lupa mengucapkan terimakasih lagi

" mm baik lah, saya akan membawa kalian berdua kembali keakademi, pegang tangan saya"
Dia membuat ku curiga tetapi untuk sekarang aku menurut saja karena aku tidak mau terjebak di sini terlebih lagi nadia masih melihatan syok atas semua ini.

Dia pun membawa kami dengan sihirnya ke akademi.

" kamu harus berhati hati tuan putri"

"tun.... " belum sempat aku mencegah dia telah menghilang bersama asap putih.
"nad, kamu harus istirahat dulu,kau pasti lelah dan terkejut akan semuanya,aku harus pergi sebentar" ucap ku pada nadia.
Kemudian aku pergi untuk menyelesaikan permasalahan ini dan mencari tau apa yang terjadi. Pertama aku harus menemui bella dan selanjutnya dia.

*starlia end pov

*

Saat ini di kekaisaran kristalia sang kaisar sedang menunggu salah satu ksatria nya menunggu informasi.

" yang mulia, saya sudah berhasil dan dia tidak apa apa"

"syukurlah, terus pantau dan jaga dia,jangan sampai dia terluka"
Ucap sang kaisar

starlia Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang