22. tidur sama kakak

6.6K 280 1
                                        

Raka menaruh badan Zia di kasur

"Kak Aldi peluk Zia, Zia kangen" Zia terus mengigau

Aldi mendengar itu mendekati Zia lalu berbaring di samping Zia dan memeluk tubuh mungil Zia . Zia membalas pelukan Aldi. Selama dipeluk Aldi Zia tidak mengigau lagi

"bang gue kasihan sama Zia"

"gue juga" ucap Raka lalu melepas sepatu, jas dan dasi nya lalu ikut berbaring di samping Zia

"lah gue gimana"

"diem lu" ucap Raka dan Aldi bersamaan lalu memeluk tubuh mungil Zia

Dini menghela nafas lalu Dino melangkahkan kakinya menuju sofa yang terletak di kamar Zia lalu berbaring disana

"Zia sayang kakak" ucap Zia mengigau
Yang masih didengar oleh Raka dan Aldi

Raka dan Aldi yang mendengar hanya tersenyum lalu mengecup kening Zia


...

"Al"

"hm"

"balik yuk,  lu udah banyak minum"

"lu balik duluan aja" ucap Aldo lalu minum lagi

"Al udah jangan minum lagi" ucap Alan lalu mengambil minuman yang berada di tangan Aldo

"kembalikan minuman gue" ucap Aldo dengan mata memerah "akh kepala gue sakit jing" ucap Aldo sambil memegang kepalanya yang terasa sakit

"tuh kan sakit pala lu , ya udah yuk balik" ucap Alan sambil memapah badan Aldo dan membawa nya kedalam mobil lalu melajukan mobilnya menuju rumah Aldo

...


Zia perlahan membuka matanya. Terlihat Aldi berada di hadapannya, Zia keget tapi Zia hanya bersikap biasa lalu Zia membalikkan badannya dan ternyata ada Raka di samping kanannya

Kenapa kakak pada tidur di sini. Batin Zia

"engh"
Raka membuka matanya "udah bangun Zia?"

Zia mengangguk "kakak kenapa tidur di sini "

"tadi malam kamu mengigau , jadi kakak tidur di sini "

"emang Zia ngigau apa" ucap Zia lalu duduk

Lebih baik Zia jangan tau dulu. Batin Raka

"hm Zia kita masak yuk, bentar lagi waktunya sarapan" ucap Raka mengalihkan pembicaraan

"oke , Zia ke kamar mandi dulu ya"

"iya kakak tunggu"

Zia mengangguk lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk wudhu lalu Zia keluar dari rumah mandi dan mengenakan mukenah dan sholat subuh. Sedangkan Raka hanya melihat apa yang dilakukan Zia . Setelah selesai Zia membereskan mukenah nya

"ayok kak"

"iya" ucap Raka lalu mengandeng tangan Zia dan berjalan ke dapur

Zia hanya mengikuti langkah kaki Raka

Sampai di dapur

I'm Strong Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang