24. Rusia?

4.3K 243 5
                                        

Zia dan kakaknya sekarang berada di dalam mobil

"kak berhenti di toko bunga dulu"
"Zia mau ke makam ayah" ucap Zia lagi

Raka mengangguk

Sampai di toko bunga Zia membeli bunga matahari setelah itu mereka ke makam ayahnya.

Sampai di makam Zia membersihkan makam ayahnya yang di penuhi rumput
Sedangkan kakaknya? hanya melihat yang dilakukan Zia .

Setelah membersihkan makam ayahnya Zia berjongkok di depan makam

"Ayah apa kabar? Baik kan, maaf Zia baru bisa kesini jadi baru bersih deh makam ayah. Ayah liat deh Kakak kesini bareng Zia. Ayah kak Raka hebat udah buat perusahaan ayah makin maju, kak Dino juga udah bantu kak Raka" lirih Zia lalu tanpa sadar air mata Zia jatuh "kak Aldi juga udah belajar tentang perusahaan ayah jadi ayah gak usah khawatir di sana. Ayah gak usah khawatir sama Zia, Zia baik baik aja, Zia disini dilindungi sama kakak jadi Zia gak bakal kenapa napa"

Tanpa sadar air mata Raka, Dino, dan Aldi turun bahkan mereka tidak habis pikir dengan adiknya ini kenapa dia tidak pernah benci sama mereka padahal mereka sudah memperlakukan Zia buruk. Mereka juga tidak pernah melindungi Zia , tapi kenapa Zia selalu bilang kalo mereka selalu melindungi Zia. Terbuat dari apa sih hati Zia? Pikir mereka

Raka, Dino, dan Aldi ikut jongkok di depan makam ayahnya lalu tersenyum dan menghapus air mata mereka

Zia membacakan doa diikuti Raka, Dino, dan Aldi. Setelah selesai Zia mengecup nisan ayahnya dan meletakkan bunga matahari yang tadi Zia beli lalu Zia menghapus air matanya

"Zia pamit assalamualaikum"
"ayok pulang kak" ucap Zia lagi

Raka mengangguk

...

"bangsat jadi selama ini dia musuh di balik selimut" ucap Aldo habis meletakkan Hp nya

"maaf tuan tapi kita besok harus berangkat ke Rusia untuk kerjasama antara perusahaan xxxx"

"tunda" ucap singkat Aldo

"maaf tuan kalo boleh saya mengingatkan perusahaan itu adalah perusahaan yang membawa pengaruh besar bagi perusahaan kita mereka juga sama seperti kita yang mempunyai bisnis gelap"

"angh oke kita akan berangkat besok"

"baik tuan saya permisi"

Sabar Zia setelah aku dari Rusia nanti , aku akan kembali melindungi mu , aku juga akan memberikan pelajaran yang setimpal pada mereka yang membuatmu tersiksa . Batin Aldo

...

Sampai di rumah

Zia menyimpan sayuran yang tadi dia beli lalu Zia melangkahkan kakinya menuju kamar ibunya

Ceklek

"ibu sudah tidur"

"sudah non Zia"

"kalo gitu Zia pergi dulu , bu Inah bentar lagi mau pulang"

"iya non"

"ya udah bu Inah pulang aja biar Zia yang jagain ibu"

"baik non makasih" ucap Inah lalu pergi dari kamar ibu zia

Zia berjalan mendekat ke kasur tempat ibunya tertidur setelah dilihat ibunya masih tidur Zia kembali ke kamarnya untuk membersihkan badannya dan memasak untuk makan malam

                                       ...

"gimana sayang rencana kita"

"tinggal sembilan puluh lima persen jadi besok kita langsung membuat mereka menderita" ucap pria itu lalu menarik wanita berpakaian minim itu agar jatuh kepelukan nya

"akh sakit sayang hati hati" ucap wanita berpakaian minim itu lalu tersenyum menggoda sambil meraba bidang dada pria itu

"sungguh aku sudah tidak tahan untuk bergulat dengan mu" ucap pria itu sambil mengecup bibir wanita itu "tapi kita harus bisa menunggu agar rencana kita berjalan dengan lancar" lanjutnya

"sabar lah" ucap wanita berpakaian minim itu lalu tersenyum menggoda

"kau selalu menggoda baby" ucap pria itu sambil melihat dari atas sampai bawah penampilan wanitanya

"tentu baby"

...

Zia bersama anggota keluarganya sedang berada di meja makan menikmati makanan yang di buat Zia rasanya tidak pernah beda tetap enak sama seperti biasa .Setelah selesai makan Zia membersihkan meja makan dan mencuci piring. Setelah semua selesai Raka, Dino dan Aldi kembali ke kamar masing masing sedangkan Zia mengantar ibunya ke kamar.

"ibu tidurnya" ucap Zia sambil mengusap rambut ibunya lalu mengecup kening ibunya

"kamu juga jangan lupa istirahat Zia"

"iya buu"
"ya sudah Zia pamit" ucap Zia lalu pergi dari kamar ibunya menuju kamarnya

Di perjalanan Zia melihat pintu kamar Raka terbuka . Zia yang penasaran melihat ke dalam terlihat Raka memegang selimut dengan wajah pucat dan mata tertutup. Zia yang panik langsung masuk ke dalam kamar Raka dan memeriksa suhu tubuh Raka

"duh panas banget" ucap Zia sambil memegang dahi Raka

Zia segera mengambil baskom berisi air hangat dan kain kecil untuk menggompres. Zia juga membawa teh hangat dan obat demam untuk diminum Raka nanti .

Zia berjalan memasuki kamar Raka dan langsung mengompres dahi Raka yang panas. Raka yang terganggu perlahan membuka matanya

"Zia"

"badan kakak panas jadi Zia kompres , ini Zia bawakan teh hangat kakak minum dulu baru kak Raka minum obat" ucap Zia lalu tersenyum

"makasih"

Zia hanya tersenyum lalu mengangguk
Zia meminumkan teh hangat ke Raka dan mengambil obat lalu di berikan ke Raka. Raka mengambil obat itu dan meminumnya

"Zia temani kakak tidur ya"

Zia mengangguk lalu berbaring di sebelah Raka. Raka tersenyum lalu memeluk Zia

...

"semua sudah siap tuan"

Aldo mengangguk

Aldo dan sepuluh bodyguard berjalan memasuki jet pribadi menuju Rusia
















Selamat membaca
Semoga suka 🐷

Jangan lupa vote yaa
Lopyu 💙

I'm Strong Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang