33. sifat asli Aldo dan Alan

5.9K 278 40
                                        

Karena banyak yang minta double up jadi ini ku double yaa

Tapi sebelum itu folow akun ini dulu yaa

Ya udah gak usah lama lama langsung aja

Selamat membaca 🤸‍♀

Sampai di rumah sakit Aldo berjalan duluan memasuki ruangan Zia di ikuti Aldi dan Alan di belakangnya

Ceklek

"kak Aldo" teriak Zia lalu merentangkan tangannya

Aldo tersenyum lalu mendekati Zia dan memeluknya lalu mengusap pelan rambut Zia

"lama betul kak Aldo keluar, Zia nunggu tau" ucap Zia lalu melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah pintu dan melihat Alan dan Aldi disana

Entah mengapa Zia jadi merasa takut dengan Aldi jadi Zia menundukkan kepalanya dan memegang erat tangan Aldo . Aldo yang mengerti langsung memberikan tatapan tajam ke Aldi dan Alan . Sedangkan Aldi hati nya nyeri melihat adik nya yang dia sayang sekarang takut dengannya. Sedangkan Alan yang gak takut dengan tatapan Aldo langsung membawa Aldi mendekati Zia .

"Zia gak usah takut, liat muka Aldi udah bonyok nanti kalo dia macam macam sama Zia bilang aja, nanti langsung gue buat ilang mukanya" ucap enteng Alan
Sedangkan Aldi memutarkan bola matanya malas

Zia mulai melihat ke arah muka Aldi dan benar saja banyak luka di mukanya. Zia langsung menarik tangan Aldi untuk duduk di samping nya "ih pasti sakit yaa, kenapa bisa kayak gini? , siapa yang buat kak Aldi begini? Terus kenapa kak Aldi bisa kenal sama kak Alan? Ini juga kok mulutnya keluar darah? " ucap Zia sambil menunjuk semua luka di muka dan tangan Aldi

Aldi terkekeh "tanya nya satu satu dong, ini luka gapapa kok, tadi gue habis berantem sama bang Raka dan Dino"

Aldo hanya memutarkan bola matanya malas sedangkan Alan tersenyum melihat ke dekatan Zia dan Aldi

"ih ini perlu di obatin, kak Aldo obatin kak Aldi yaa" ucap Zia sambil menatap wajah Aldo "itu obatnya ada di lemari sana" ucap Zia sambil menunjuk lemari kecil

Anjing lo, nyusahin aja. Tapi gapapa demi Zia . Batin Aldo

Aldo tersenyum "iya aku obatin" ucap Aldo lalu mengambil obat di lemari dan mulai mengobati luka Aldi

"akh sakit" ucap Aldi saat obat itu menempel di lukanya

"aduh pelan pelan"

"aw"

"ahh " teriak spontan mengucapkan kalimat berdosa itu dan parahnya dengan bernada

Alan dan Aldo menatap tajam Aldi

"ih sini Zia aja yang obatin , kalo kak Aldo nanti bukannya sembuh malah sakit kak Aldi" ucap Zia lalu mengambil Alih obat itu dan menempelkan ke luka Aldi

Aldo hanya bisa mendengus kesal dan duduk di sofa lalu memainkan Hp nya. Alan yang mengerti lalu ikut duduk disamping Aldo dan menepuk bahu Aldo "sabar orang sabar pantat nya lebar" ucap Alan tanpa rasa bersalah dan malah tersenyum lebar

"ck bisa diam gak sih"

"jangan kayak gitu Al, lo gak tau apa kalo pantatnya lebar nanti di kira belok" ucap Aldi lalu bergidik ngeri "kalo gue sih gak mau yaa, biar gini gini gue doyan sama lobang"

Tak
Aldo menjitak kepala Alan

"makanya gue gak sabar goblok, jadi gak mungkin gue belok"

"yah padahal gue maunya lo belok, biar Zia jadi milik gue" ucap santai Alan. Saat ini Alan tidak tau bahwa Aldo menahan mati matian amarahnya

"lo ngomong gitu lagi, gue tembak lo"

Alan tak menghiraukan Aldo saat ini dia hanya sibuk memainkan Hp nya . Aldo yang merasa tak di hiraukan langsung melihat ke arah Hp Alan dan melihat Alan sedang memandikan pou nya dan yang paling aneh menurut Aldo adalah kenapa tai nya gak di buang padahal sudah banyak banget. Aldo langsung mengambil Hp Alan dan memencet semua tai tadi hingga hilang dan mengembalikan Hp tadi ke Alan

"nah kalo gini kan bersih"

"asu lo gak tau apa, gue ngumpulin tai nya udah lama dan seenak jidat lo, lo habiskan" teriak Alan hingga Zia dan Aldi menoleh

"apa salah nya orang tai nya juga jadi uang" ucap Aldo tak merasa bersalah

"ck percuma kalo gue jelaskan lo gak bakal paham"

"lo juga aneh main kayak gitu , mending main ff " ucap pede Aldo sambil memperlihatkan Hp nya ke Alan

"hilih bocil ff aja bangga"

"eh gak usah hina pemain gue" ucap tak terima Aldo

"lah buakan nya lo duluan yang menghina pou gue dan parahnya lagi lo hilangkan tai nya" ucap Alan lalu berdiri "Zia gue mau ke kamar mandi dulu malas gue sama orang itu" ucap Alan sambil menunjuk Aldo

Zia yang tidak paham hanya menganggukkan kepalanya

...

"arghhh kenapa semuanya jadi gini" teriak Dino  "Aldi anjing , bisa bisanya dia bela anak pembawa sial itu" ucap Dino sambil mengepalkan tangannya

"gue gak ngerti sama jalan pikiran nya, bisa bisanya Aldi membela perempuan murahan itu , otak nya gak di pake apa" ucap Raka sambil memijit kepalanya yang terasa pusing

"sumpah bang gue masih belum puas buat Aldi bonyok, harusnya kita buat dia mati aja"

"gue juga maunya kayak gitu, tapi dari pada kita di penjara karena mukulin"

"kayak nya otak Aldi itu di cuci sama Zia, karena selama ini pasti Aldi mendukung kita kok sekarang di mendukung Zia" ucap Dino lalu duduk di samping Raka

Raka diam sejenak "mungkin" ucap singkat Raka "udah lah biarin aja, paling Aldi dan Zia sebentar lagi mati , emang mereka bisa apa" ucap santai Raka

"hm lo benar bang"

...

Alan membuka celananya yang sedari sesak dan membuka Hp nya lalu menekan link haram dan bodohnya Alan lupa mengecilkan volume di Hp nya

"AHHHH SAKITTTT MASSS" suara dari Hp Alan terdengar hingga keluar cepat cepat Alan mengecilkan volume Hp nya

"anjing lo Lan, lo nonton apa bego" ucap Aldo lalu berjalan ke kamar mandi dan siap siap mendobrak pintunya

Brak

Alan yang ketahuan langsung menaikkan celana cepat cepat  "gak usah dobrak pintu juga" ucap Alan dengan wajah memerah

Sedangkan Aldi dengan cepat memeluk Zia hingga kepala Zia tak terlihat "Zia gue kangen sama lo"

Zia yang bingung hanya membalas pelukan Aldi  "iya Zia juga kangen"

















Nah lok ketahuan sifat aslinya
Alan emang gitu gak tau tempat

Jangan lupa vote yaaa
Lopyu 💙

Oh yaa mau tanya

Zia cocok sama Aldo atau sama Arka ???

I'm Strong Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang