Mendengar tawamu saja sudah membuat ku senang
Zia
Mata Zia perlahan membuka dan Zia segera bangkit untuk membersihkan kekacauan yang kemarin. Setelah semua bersih.
Zia memasak dan membersihkan tubuhnya setelah itu Zia melaksanakan sholat subuh .
Lalu Zia mengambil tas nya dan siap berangkat ke sekolah.
Ya allah ku kuatkanlah aku, agar bisa menjalankan ujian dengan baik, hilangkan lah rasa sakit di tubuh ku . Batin Zia
Zia ingat bahwa obatnya masih ada sedikit . Lalu Zia mencari obat tersebut dan meminumnya.
Zia melangkahkan kakinya keluar rumah dan menjalankan kakinya menuju sekolahnya
Sampai di sekolah Zia langsung melangkahkan kakinya menuju kelas
"tumben cepat datang mel" ucap Zia sambil duduk di sebelah Amel
"iya nih deg degan aku mau ujian takut gak bisa"
"astaga mel mel, pasti kamu bisa kok tenang aja"
"Semoga aja lah"
...
Raka duduk di kursi kebesarannya.
Raka sedang fokos memeriksa berkas berkas yang menumpuk itu.
Tok tok tok
"masuk"
"maaf Pak sekarang waktunya meeting dengan kantor xxxx"
"siapkan semuanya kita kesana sekarang"
"sudah pak tinggal ke ruangan"
di balas anggukan oleh Raka
Raka dan sekretarisnya berjalan menuju ruangan.
"Selamat Siang semua, maaf lama menunggu tuan Arka"
"Tidak apa tuan Raka"
"Baiklah mari kita mulai"
Dua jam kemudian
"Bagaimana tuan Arka apa anda setuju"
"Tentu dengan diadakan kerjasama ini kita akan mendapatkan ke untung yang besar"
"Baiklah terimakasih atas kerjasama nya" ucap Raka sambil mengulur tangan
" sama sama tuan Raka" ucap Arka sambil menerima uluran tangannya
...
Tring Tring
Mendengar bel berbunyi semua murid mengumpulkan hasil ulangannya begitupun dengan Zia
"Mel aku pulang duluannya"
"iya"
Zia langsung pergi dari kelas . Zia melangkahkan kakinya menuju rumahnya. Mata Zia melihat ke arah jalanan banyak kendaraan berlalu lalang.
Kadang Zia berfikir apakah Zia bisa merasakan menjadi seorang putri lagi seperti saat dulu. Zia rindu perlakuan manis, pelukan, dan dimanjakan oleh kakaknya. Tapi itu hanya hayalan Zia
Zia juga takut saat ibunya sadar, ibunya juga akan memperlakukan Zia seperti perlakuan kakaknya.
Zia melihat penjual es krim dan berniat ingin membeli .Sebelum itu Zia melihat ke arah kantong rok nya berharap bisa mendapatkan uang
Dan keberuntungan berada di pihak Zia. Zia mendapatkan uang 10 ribu di kantong nya.kemudian bibir Zia terangkat. Segera Zia melangkahkan kakinya menuju penjual es krim
"pak beli es krim vanila dan coklat dua"
"ini neng" ucap penjual es krim sambil memberikan dua es krim Zia
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Strong
AléatoireCtar Ctar Ctar Zia merasakan sakit di bagian punggungnya hanya bisa menangis. Lalu dengan keberanian Zia melihat ke arah ketiga kakaknya. Zia melihat darah mengalir dari punggung nya lalu tersenyum manis. Aneh mereka melihat Zia aneh karena bukan...
