三十九

2.5K 334 43
                                        

'Protect'

***

Semua manusia memiliki sesuatu yang harus mereka lindungi. Manusia, hewan, tumbuhan, barang, segala macam lainnya.

Tingkat berlindungannya pun berbeda-beda. Jika benda akan di bawa kemana pun pergi, jika tumbuhan akan dirawat dengan baik, jika hewan akan di beri perhatian yang melimpah, dan jika manusia akan selalu berada di sisimu.

Bukan di kurung.

Seperti yang tengah terjadi pada (y/n), yang dikurung oleh lelaki tiang listrik berambut putih pucat.

Brak!
Lagi-lagi tendangan diayunkan pada pintu tak berdosa itu...

"Sialan!"

...Ditambah teriakan nyaring.

(y/n) di kurung Satoru dalam kamar tidur. Pasalnya tangannya ikut di ikat ntah apa sebab-akibat. Dan terlebih lagi, bingkai jendela di tambahi jeruji besi. Kamar tidur itu sudah berubah menjadi sel penjara.

"Satoru! Keluarkan aku atau ku bunuh kau!"

Satoru di balik pintu menulikan pendengaran, ia berdiri tegap seakan tau bahwa (y/n) tepat di depannya.

"Bagaimana jika hal itu terjadi lagi?"

"Aku tidak lemah, kurang ajar!"

(y/n)-san, tak perlu kau katakan Satoru tau kekuatan gila mu. Tapi yang namanya sayang dan tak ingin kehilangan, ia pasti melakukannya pada dirimu, namun harus dikurung.

"Aku tidak ingin kehilanganmu"

Giginya bermelutuk geram. Menarik nafas lalu menghembuskan. Terkadang orang yang tidak waras pun harus mengalah pada yang waras.

"Aku tak suka diperlakukan seperti ini"

Monolognya sendiri. Kembali ia tendang pintu tersebut, berhasil di hancurkan olehnya.

Diterjangnya lelaki yang membatu dengan pisau cutter. Sengaja ia beri goresan tipis di pipi mulus Satoru.

Netra (e/c) berkilat merah menusuk pada manik ocean milik Satoru. Satoru tetap diam namun gadis manisnya tengah di selimuti emosi merah.

Dia bergerak memeluk tubuh gadisnya. Tenggelam dalam pelukkannya sendiri.

"Aku tidak ingin (y/n) pergi,"

Emosinya mereda bersaman dengan pisau cutter yang disengaja ia lepas. Ia tau Satoru mengatakannya dengan tulus nan dalam.

"Kumohon"

Jujur ia tak ingin mengatakan kebohongan pada lelaki yang selalu memberikan kesayangan yang penuh dan juga nafsu. Tapi bagaimana pun jua orang gila harus mengalah pada yang waras. Ingat.

"Aku tak akan pergi kemana pun"

Dalam batin, seribu kata maaf berteriak. Tak seperti dirinya saja yang memiliki sifat aneh, kata maaf sangat lah langkah keluar dari bibir (y/n) atau pun di hati.

Apa (y/n) akan pergi dari diri Satoru? Tapi diri (y/n) seakan tau cepat atau lambat dirinya akan lenyap dari hadapan Gojo Satoru.

Semoga tetap bersama.

𝐂𝐫𝐚𝐜𝐤𝐩𝐨𝐭┋𝘎𝘰𝘫𝘰 𝘚𝘢𝘵𝘰𝘳𝘶Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang