Hello!!!
Happy weekend \(^o^)/
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
75 vote = UP^^
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Are you ready?
Okay, let's get it!
Happy reading 💚Jeno kembali mengurung dirinya didalam kamar. Jeno merutuki mulutnya yang sudah membuat Jaemin menangis, bahkan ia bilang apa tadi? Putus? Bahkan untuk mendapatkan Jaemin, Jeno overthingking 5 hari sebelum menembak Jaemin, ia takut Jaemin tidak menerimanya, hanya menganggap Jeno sahabatnya dan Jeno takut Jaemin menyukai adik kelasnya Jisung, karna mereka sangat dekat.
"Maaf Na," gumam Jeno melihat foto Jaemin di ponselnya, foto yang sengaja Jeno ambil saat mereka study tour mengunjungi museum batik di Yogyakarta.
"Argh!" Pekik Jeno melempar bantalnya ketembok untuk melampiaskan amarahnya.
Semua itu berawal dari.....
"Tolong! Hiks- Tolong!"
Jeno mendengar suara teriakan lemah itu dari gudang. Jeno baru saja dari ruang Osis untuk mengambil berkas LPJ kegiatan sekolah kemarin.
"Tolong..."
Jeno mendekati gudang itu, ia melihat gagang pintu gudang yang dirantai kuat dengan gembok. Ia berlari menuju ruang Osis untuk mengambil kunci gudang itu dan kembali untuk membukanya.
"Halo, ada orang didalam?" Tanya Jeno mengetuk pintu.
"Jeno! Jeno ini aku! Renjun." Teriakan dari dalam sana.
"Jeno tolong! Aku takut!" Gumam Renjun.
Renjun langsung berlari memeluk Jeno, ia menenggelamkan wajahnya di dada Jeno.
"Renjun! Lo ngapain bisa ada disini?" Tanya Jeno, pantas saja Renjun tidak kembali saat jam mata pelajaran tadi.
"Aku dikata katain, mereka bilang aku ngerebut kamu dari Jaemin hiks- Jen, mereka juga bilang mama perusak hubungan orang karna Mama mau nikah sama Ayah Siwon. Mereka narik aku dan bawa aku masuk kedalam gudang."
KAMU SEDANG MEMBACA
Galakasa (Nomin)
FanfictionCompleted ✓✓ Kisah cinta klasik antara Ketua OSIS dan sekertarisnya. "Rajenong!" Pekik Jaemin, 100 meter didepannya ada Jeno yang tertawa terbahak bahak. "Iya Nana sayang." °°°°° "Lo emang pacarnya, tapi lo nggak pernah kenal Jaemin yang sebenernya...