Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Minju lagi ngantri buat masuk ke stadion, tempat lomba panahan berlangsung. Dia ngeliat sekitar dan seketika Minju merasa minder.
Orang-orang pada 'wah' banget, sedangkan Minju cuma pake celana jeans, croptop item, sneakers dan totebag, rambutnya dikuncir kuda. Ditambah Minju baru balik parttime,keliatan capek dan lepek.
Tapi apalah, lepeknya Minju = mandinya kita.
Kalo aja Jaemin gak beliin tiket masuk yang harganya lumayan ini, Minju lebih milih rebahan dirumah.
"Silahkan Kak, tempat duduknya biar dikasih unjuk sama Kak Haechan." ucap Yuna.
"Eh, gak usah, aku sendiri aja." tolak Minju ramah. Soalnya dia daritadi gak ngeliat ada orang yang dianterin.
"Gapapa Kak, Kak Jaemin yang nyuruh tadi."
"O-ohh, oke. Makasih ya." Minju akhirnya ngikutin Haechan.
"Dibaris itu Ju, samping Hendery." kata Haechan sambil nunjuk bangku kosong.
"Iya chan, makasih ya maaf ngerepotin."
"Selow." ucap Haechan lalu pamit.
Minju melihat ke arah bangku yang ditunjuk Haechan, sebelum sedetik kemudian dirinya tersadar. Kalo Minju duduk disamping kiri Hendery dan disamping kanannya ada Hyunjin, Karina, Winter dan Juyeon.
Gatau kenapa rasanya Minju pengen pulang. Tapi kakinya tetep melangkah ke bangku itu.
"Misi." ucap Minju, ngebuat keempat sekawan itu menoleh.
"Nonton ginian juga lo?" tanya Winter sambil menaikan sebelah alisnya.
Minju cuma senyum terus ngangguk. Pas dia mau duduk, tiba-tiba Hyunjin ngegeser duduknya, diikuti Karina.
"Sini duduk di tengah Ju." Karina menepuk bangku kosong disebelahnya.
Duduklah Minju ditengah, diantara Winter dan Karina.
Karina menyilangkan kakinya, lalu menopang dagunya dan melihat Minju.
"First time watching archery?" tanya Karina.
"Iya."
Jawaban Minju ngebuat Karina, Winter, Hyunjin dan Juyeon menahan tawa.
"Pantes." celetuk Winter.
"Oh, lo berkeringat." Karina membuka tas kecilnya, lalu ngasih tissue ke Minju.
"Makasih."
"It's okay, kerja parttime emang melelahkan. Iya kan Winter?" kata Karina sambil tersenyum.
"Yups." Winter tersenyum miring.
Minju berhenti mengelap dahinya ketika mendengar ucapan Karina.