Bab 14 : Tertangkap Basah

3.1K 141 26
                                        

HAPPY READING
——————————


✨

Cakra menyangga kepalanya menggunakan satu tangan kanannya di atas nakas untuk menemani Vani tidur. Cowok itu menatap punggung Vani yang tidur membelakanginya. Kantuk seketika menyerangnya dan membuatnya tertidur tanpa sengaja.

Asisten rumah tersebut yang hendak mengantarkan sarapan pada Vani berhenti di ambang pintu karena melihat dua orang yang sudah terlelap. Tak ingin mengganggu, asisten rumah tersebut bergegas pergi.

Kurang lebih enam jam mereka tertidur, tak ada tanda-tanda dari salah satu mereka yang akan bangun. Hingga suara panggilan dari ponsel Vani berhasil membangunkan gadis itu. Gadis itu memegang kepalanya yang masih terasa pusing, tangannya meraba sekitar kasurnya untuk mencari ponselnya.

Setelah di dapatkannya, ia kemudian mengangkat telponnya seraya memposisikan dirinya untuk duduk.

Bola matanya melebar ketika masih mendapati Cakra masih di dalam kamarnya. Cewek itu meremas ponselnya kuat.

Belum balik juga ni orang? Geram Vani.

"Halo" sapa Vani dengan pandangan tak beralih dari Cakra.

"Halo Van. Gue udah di depan nih, sama Bianca."

Vani membelalak. "S–seriusan lo?"

"Iya. Udah, lo gak usah samperin kita. Kita bakal langsung naik ke kamar lo"

"O-oke" Vani langsung mematikan panggilannya.

Vani menyibak selimutnya, cewek itu langsung membangunkan Cakra dengan menepuk lengan cowok itu tak sabaran. "Bangun! Woi!"

Perlahan Cakra membuka matanya karena terganggu. Cowok itu sedikit terkejut melihat Vani di depannya. "Lo— udah bangun?"

"Gak usah nanya-nanya. Ngapain lo masih di sini?! Lo bilang tadi setelah gue tidur bakal balik, kenapa masih di sini?!" Maki Vani tak keruan karena dirinya tengah dilanda panik.

Cakra menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Sorry La, gue ketiduran."

Vani berdecak sebal. "Sekarang, lo pergi. Gue gak mau temen-temen gue tau kalo lo ada sini. Oh iya, lo lewat jendela aja biar gak papasan sama temen-temen gue. Udah sana!"

Cakra yang masih tahap mengumpulkan kesadarannya membeo. "Jendela?"

Vani mengangguk cepat. "Iya. Jendela itu" Vani menunjuk jendela yang dimaksud. "Lo tenang aja, di sana ada tangganya. Jadi lo bisa turun dengan aman"

Cakra memicingkan matanya. "Pasti sering lo gunain buat kabur, ya?"

"Apaan sih lo malah nanya-nanya! Buruan anjir! Temen gue udah di bawah!" Geram Vani.

"Gue mau numpang toilet kamar lo bentar, boleh?"

Vani menga-nga tak percaya. "Lo tuh waras gak sih? Gak! Gak boleh. Udah buruan pergi sana!!" Vani mendorong bahu Cakra agak cowok itu cepat pergi.

"Bentar doang, La." Cakra memohon nya dengan raut wajah melasnya.

Entah mengapa Vani sedikit iba melihatnya, cewek itu menggigit bibir bawahnya cemas. "Ck! Yaudah sana buruan! Awas aja kalo lama!"

C A K R A [SELESAI]✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang