Bab 31 : Pacar Baru

1.9K 116 35
                                        

HAPPY READING
——————————


Vani langsung mendorong tubuh Cakra menjauh.

"Cakra denger. Lo tau, kenapa gue selalu nolak lo? Selalu berusaha buat lo menjauh dari gue? Apa lo juga tau, alasan gue ngelakuin itu?" Cakra menggelengkan kepalanya.

"Gue punya pacar Cak."

Deg! Seperti ada ribuan batu yang menimpa kepalanya. Jantung Cakra langsung berdetak tak keruan begitu mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut Vani.

"Hari sebelum lo datang ke sekolah ini, cowok gue kecelakaan. Dia dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Tapi sekarang dia udah sembuh. Untuk itu, gue minta sama lo buat gak ganggu gue lagi dan, satu lagi"

"Jauhin gue."

"La—"

"Gue mohon Cak. Gue gak mau hubungan gue sama cowok gue jadi nggak baik karena kehadiran lo."

Usai Vani mengatakan itu, cowok dengan tinggi hampir sama dengan Cakra datang menghampiri Vani. "Hei, kenapa gak bilang kalau udah berangkat. Aku ke rumah kamu tadi, tapi bunda bilang kamu udah berangkat."

"Iya, maaf gak ngabarin kamu dulu."

Cowok itu tersenyum simpul, lalu mengelus pucuk kepala Vani dengan sayang. "Gapapa, yaudah yuk, aku antar kamu ke kelas." Vani mengangguk antusias.

Sesak melanda hati Cakra saat ini. Cowok itu tersenyum kecut melihat kepergian keduanya dengan bergandengan tangan.

Harusnya Cakra cari tahu lebih dulu tentang gadis itu. Tapi, jika benar Vani mempunyai pacar, mengapa cewek itu tidak bilang padanya? Bukan malah memberi harapan seperti ini.

Sialan! Vani berhasil mempermainkan hatinya. Amarah Cakra memuncak, cowok itu melampiaskan emosinya dengan menendang tempat sampah di sampingnya.

Merasa belum puas, cowok itu langsung meninju dinding berkali-kali hingga membuat tangannya memerah.

"ARRGGH!! BRENGSEK LO LA!!"

***

Pandawa Geng yang tengah bercanda di dalam kelas mendadak diam ketika kedatangan Cakra yang nampak acak-acakan dengan napas tak beraturan, kancing terbuka, serta buku buku tangannya yang memerah.

Cakra melempar tasnya asal kemudian duduk di atas meja. "Kenapa lo?" Tanya Eric mengawali.

Cakra tak membalas. Pandangannya lurus ke depan, terlihat sekali jika ia tengah menahan amarahnya.

"Cerita Bro, lo kenapa?" Fino merangkul bahu Cakra.

Cakra melepas tangan Fino dari bahunya. "Gue mau nanya, jawab jujur."

Bayu mengernyit bingung. "Tanya apaan?"

"Gue .. kelihatan bego?"

"Hah? Lo ngomong apaan sih anjrit!" Heran Sadewa.

Cakra menatap tajam Sadewa. "Kenapa lo tiba-tiba nanya gitu?" Tanya Eric.

Cakra membuang napasnya kasar. "Gak tau. Udah gila kayaknya gue"

C A K R A [SELESAI]✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang