Bab 10 : Air Terjun

3.3K 189 36
                                        

|SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENJALANKAN|

🌟
✨✨

Menjadi anak pertama dan memiliki seorang adik bukan perkara yang mudah, terlebih untuk seorang perempuan.

Beban yang ditanggung tidaklah sedikit. Antara lain, menanggung harapan besar dari keluarga, memikirkan kebahagiaan adiknya, memiliki tekanan untuk bisa menjadi sosok teladan yang bisa membanggakan orang tua. Ketakutan akan kegagalan yang lebih besar juga selalu menghantuinya.

Seperti halnya Vani saat ini yang terus di tekan oleh papanya untuk menjadi apa yang papanya inginkan. Bahkan menangis pun kadang tidak membuatnya merasa lega. Justru membuat dirinya semakin tertekan.

"Ngalamun." Cakra menjentikkan jarinya di depan wajah Vani.

Vani tersentak. "Mikirin apa?"

Vani menatap Cakra malas. "Bukan urusan lo."

Cakra menghela napas pelan. "Masih gak mau cerita?"

Keduanya kini tengah berada di perjalanan menuju rumah Vani. Butuh perjuangan ekstra untuk bisa sampai di titik ini. Beruntung tadi ada satpam yang menghampiri mobil mereka menyuruhnya untuk segera pulang karena parkiran akan segera di tutup.

"Mending lo diem deh. Daripada gue turunin lo di jalan"

"Kan yang nyetir gue, gimana caranya lo mau turunin gue?"

Vani memutar bola matanya malas. Tak ada gunanya menanggapi Cakra yang ujung-ujungnya pasti berakhir dengan keributan.

Vani lelah, ia ingin menyendiri. Namun cowok di sampingnya ini malah mengganggunya. "Bawa gue ke mana pun, asal jangan ke rumah."

Cakra menoleh, cewek itu tengah memejamkan matanya. Terlihat sangat lelah, pasti ada sesuatu yang membuat gadis itu menjadi sangat agresif hari ini. Cakra belum tau bagaimana kehidupan gadis itu, namun ia akan mencoba untuk mencari tau.

Seiring perjalanan, Cakra hanya ditemani musik dari earphone nya. Cowok itu juga kadang ikut bersenandung kecil mengikuti lirik dari lagu yang ia putar. Melihat kondisi Vani, Cakra berpikir untuk mengajak gadis itu pergi ke tempat yang mungkin bisa membuatnya sedikit tenang.

Kurang lebih satu setengah jam perjalanan yang Cakra tempuh, kini ia sampai di wisata air terjun yang berada di Bogor.

Cakra meregangkan kedua tangannya yang terasa pegal. Cowok itu kemudian beralih pada Vani yang masih terlelap. Ia bergerak mendekat untuk menyelipkan rambut yang menjuntai ke belakang telinga.

Kegiatan itu tak membuat Vani terganggu sama sekali. Cowok itu kemudian kembali ke tempat duduknya dan menyandarkan tubuhnya dengan menjadikan kedua tangannya sebagai bantalnya.

Cakra memejamkan matanya. Cowok itu tidak tahu jika sedari tadi sebenarnya Vani tidak tidur, gadis itu hanya menutup matanya.

Vani menoleh pada Cakra. "Lo bawa gue ke mana?" Tanyanya dengan berpura-pura mengucek matanya.

Cakra membuka matanya mendengar suara Vani. "Udah bangun?"

Vani memutar bola matanya jengah. "Belum, masih tidur."

C A K R A [SELESAI]✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang